Jateng

Semarak Santri Lansia di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Semangat Lakoni Amalan Ramadan

×

Semarak Santri Lansia di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Semangat Lakoni Amalan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Santri Lansia
Para santri lansia menjalani ibadah Ramadan di Pondok Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis, 6 Maret 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana Ramadan di Pondok Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, terasa semakin semarak. Puluhan santri lanjut usia (lansia) mengikuti berbagai kegiatan amalan dengan penuh semangat.

Pada Kamis, 6 Maret 2025 pagi, santri dan santriwati dengan khusyuk melaksanakan istighosah serta wiridan pagi. Keunikan pesantren ini terletak pada usia para santrinya yang mayoritas di atas 50 tahun, namun tetap memiliki semangat tinggi dalam mendalami ilmu agama serta meningkatkan amalan harian.

Ahmad Winarno, pendiri sekaligus pengasuh pesantren, mengungkapkan bahwa Ramadan kali ini diikuti oleh 25 santri lansia dari berbagai daerah, baik Jawa maupun luar Jawa.

Selain itu, ada 14 santri yang bertugas sebagai perawat lansia serta sekitar 45 santri non-mukim dari warga sekitar yang turut serta dalam program Kampung Ramadhan 1446 Hijriyah.

BACA JUGA: Seru! Santri Ini Dijemput Odong-odong buat Khataman Qur’an

Kegiatan harian selama Ramadan di pesantren ini cukup padat. Santri lansia menjalani salat tarawih, tadarus, serta qiyamul lail secara mandiri.

Setelah sahur dan shalat subuh, mereka mengikuti kajian pagi hingga shalat syuruq. Ahmad Winarno menjelaskan bahwa zikir pagi istighotsah ala Mbah Hasyim Asy’ari menjadi wirid harian yang rutin dijalankan.

Pesantren ini memiliki konsep unik, yakni mengajarkan kemandirian bagi santri lansia dalam aktivitas sehari-hari. Mereka tetap berupaya produktif serta terus menambah wawasan keagamaan.

BACA JUGA: Euforia Menyambut Ramadan, Ratusan Santri di Blora Ikuti Pawai Taaruf

Ia menegaskan bahwa pesantren ini mengedepankan pendekatan preventif, bukan kuratif, sehingga aspek kognitif para santri tetap terjaga dengan baik.

Sukardi (57), seorang santri asal Jambi, mengaku merasa nyaman serta mendapatkan banyak manfaat dari program ini. Ia tertarik bergabung setelah mengetahui informasi melalui YouTube.

Menurutnya, kegiatan di pesantren sangat sesuai bagi lansia yang ingin memperdalam ilmu agama serta memperbanyak amalan.

“Program ini sangat baik untuk meningkatkan spiritualitas serta mempererat hubungan dengan Sang Pencipta,” ungkap Sukardi. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp