SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang memprediksi curah hujan masih melanda daerah pegunungan tengah hingga sepekan ini.
Alasannya, Jawa Tengah bagian pegunungan tersebut sudah mulai memasuki musim hujan.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Haris Syahid Hakim, saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, Senin, 30 September 2024 sore, menyebut, hujan masih terjadi di sebagian wilayah Jawa Tengah.
BACA JUGA: Pemkot Semarang Intensifkan Pengerukan Sedimen Sungai, Cegah Banjir Musim Hujan
Ia merinci, wilayah itu ialah pengunungan tengah seperti Temanggung, Magelang, Wonosobo, Banjarnegara hingga Jawa Tengah bagian barat seperti Tegal, Brebes bagian selatan, Cilacap bagian utara, Batang bagian selatan, dan Kendal bagian selatan.
Sementara itu, Pantura dan Jawa Tengah bagian timur masih diprediksi kering selama sepekan ini. Sebab, kata Haris, wilayah tersebut masih menghadapi musim transisi atau pancaroba.
“Pantura tengah ke timur kering. Untuk saat ini hujan masih aman, walau aman tapi bentuk hujannya spot-spot, gak menyeluruh,” ungkapnya.
Hari tanpa bayangan bakal terjadi pada Oktober 2024, kapan?
Memasuki bulan Oktober, tak hanya musim pancaroba saja yang akan masyarakat Jawa Tengah hadapi. Fenomena astronomi kulminasi juga Haris sebut akan terjadi pada Oktober 2024 ini.
Kulminasi, kata Haris, ialah posisi matahari tepat berada di atas kepala. Atau, dalam kata lain, ialah hari tanpa bayangan.
“Kulminasi terjadi antara tanggal 9 atau 13 Oktober. Kami akan keluarkan rilis di sosmed.
Pada tanggal itu, matahari persis di kepala manusia, hari tanpa bayangan,” ucap Haris.
BACA JUGA: Panas Menyengat Diselingi Hujan Mendadak, BMKG Ungkap Semarang Hadapi Musim Pancaroba, Sampai Kapan?
Kendati begitu, fenomena kulminasi tak lantas memengaruhi suhu di Jawa Tengah semakin panas, utamanya di Pantura dan Jawa Tengah bagian timur.
“Secara klimatologi dan berdasarkan data, suhu maksimum terjadi mepet mau masuk ke musim hujan. Contohnya, kemarin suhu maksimum terjadi di akhir pancaroba, itu sedikit lebih panas,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





