Sebelumnya, pada Kamis 19 September, Polrestabes Semarang mengungkap lima kasus tawuran dalam beberapa waktu terakhir. Dari sejumlah kasus, didapati puluhan anggota gangster yang terlibat merupakan pelajar usia anak.
Aksi tawuran yang belakangan meresahkan warga Semarang itu menyebabkan sejumlah korban mengalami luka-luka dan satu warga tak bersalah meninggal. (*)
Editor: Farah Nazila





