Pariwisata

Semarang Punya Laut Tapi Minim Destinasi Pantai, DPRD Kritik Pemkot Tak Serius Garap Pariwisata

×

Semarang Punya Laut Tapi Minim Destinasi Pantai, DPRD Kritik Pemkot Tak Serius Garap Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Semarang Punya Laut Tapi Minim Destinasi Pantai, DPRD Kritik Pemkot Tak Serius Garap Pariwisata
Dialog interaktif DPRD Kota Semarang terkait pengembangan pariwisata laut di Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

“Bayangkan jika wisatawan bisa berangkat dari Taman Lele menggunakan perahu menuju Pantai Tirang. Ini bisa menjadi pengalaman wisata yang unik sekaligus memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia menilai selama ini pemerintah lebih banyak fokus pada penyelenggaraan berbagai event pariwisata, sementara pengembangan destinasi wisata permanen belum mendapat perhatian yang optimal.

“Event memang penting, tetapi potensi yang sudah ada juga harus dikembangkan. Kalau hanya mengandalkan event, pariwisata akan berjalan di tempat,” tegasnya.

Pilus juga menilai pengembangan wisata pantai tidak harus dilakukan sekaligus dengan anggaran besar. Pemerintah dapat melakukannya secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.

“Yang penting ada kemauan dan keseriusan. Tidak harus langsung besar. Bisa dimulai dari pembangunan fasilitas dasar dan penataan kawasan terlebih dahulu,” ujarnya.

Akses dan Fasilitas Penting untuk Kembangkan Pariwisata

Sementara itu, Akademisi Universitas Semarang, Desika Nur Jannah, menilai pengembangan wisata pantai di Kota Semarang harus dibarengi dengan peningkatan infrastruktur pendukung.

Menurutnya, akses transportasi menuju sejumlah pantai masih menjadi kendala utama yang membuat kunjungan wisatawan belum optimal.

“Salah satu yang perlu Pemkot pikirkan adalah bagaimana transportasi publik bisa menjangkau kawasan pantai. Dengan begitu masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa berkunjung dengan mudah,” katanya.

Desika menambahkan, sejumlah pantai di Semarang sebenarnya memiliki panorama yang menarik, terutama saat matahari terbenam. Namun minimnya fasilitas membuat potensi tersebut belum mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar.

Ia menyoroti kebutuhan fasilitas dasar seperti toilet, pusat UMKM, penerangan, hingga pengelolaan sampah yang masih perlu ada peningkatan.

“Pantainya memiliki daya tarik yang bagus. Sunset di beberapa lokasi sangat indah dan berpotensi menjadi atraksi wisata. Tetapi fasilitas pendukungnya harus Pemkot benahi terlebih dahulu agar wisatawan merasa nyaman,” jelasnya.

Selain wisata pantai konvensional, Desika juga mendorong pengembangan wisata minat khusus berbasis ekowisata, wellness tourism, hingga kegiatan MICE yang dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan di Semarang.