SEMARANG, beritajateng.tv – Universitas Diponegoro (Undip) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Tinjauan Aspek Kebijakan Publik dalam Penyelenggaraan Sistem Transportasi Perkotaan Berbasis Angkutan Umum Massal” di Auditorium Fisip Undip, pada Kamis, 10 Oktober 2024.
Dalam seminar Nasional ini, Rektor Undip, Suharnomo, menyampaikan pentingnya penanganan masalah mobilitas seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk perkotaan.
Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan populasi di kota dapat menjadi bonus demografi. Tetapi juga mengakibatkan tantangan yang harus di selesaikan, terutama dalam hal transportasi.
“Mobilitas dari satu tempat ke tempat lain akan menjadi masalah jika transportasi tidak di pikirkan dengan matang,” ungkap Suharnomo setelah pembukaan seminar.
Dia menekankan bahwa negara dengan sistem transportasi publik yang baik memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Suharnomo juga menyoroti tantangan dalam menyediakan transportasi publik yang terjangkau dan nyaman bagi masyarakat.
“Melalui seminar ini, Undip dan Kemenhub ingin menggali wawasan tentang solusi terbaik untuk transportasi umum. Yang harapannya dapat memberikan masukan kepada pemerintahan baru yang akan di lantik pada 20 Oktober,” paparnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan transportasi umum yang nyaman harus memperhatikan aspek keberlanjutan dan dampak lingkungan.
Transformasi Transportasi Massal
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Tatan Rustandi, menambahkan bahwa transformasi di bidang angkutan umum di Jawa Tengah masih di perlukan.
Diskusi ini di anggap penting untuk memberikan wawasan kepada pengambil keputusan dan pemerintah daerah regarding transportasi publik sebagai kebutuhan pokok yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Efisiensi mobilitas di perkotaan sangat penting, terutama dengan prediksi peningkatan populasi urban hingga 65 persen. Jika bonus demografi tidak dikelola dengan baik, maka akan berdampak pada perekonomian,” ujarnya.
Tatan juga menyoroti bahwa transportasi yang memenuhi kebutuhan masyarakat harus memiliki aksesibilitas yang baik, jangkauan layanan yang menyeluruh, serta kenyamanan dan ketepatan waktu.





