Pada tahun 1987, Hamas berdiri sebagai cabang Muslim Brotherhood atau Ikhwanul Muslimin yang berbasis di Mesir. Hamas menentang upaya pendekatan sekular yang dilakukan oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) untuk mendamaikan Palestina dan Israel.
Hamas, pada dasarnya merupakan gerakan nasionalis dan Islamis warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kelompok ini berdedikasi dalam pembentukan negara Islam merdeka di Palestina.
BACA JUGA:Gubernur Bali Lagi-lagi Tegaskan Tolak Israel, Aturan Konstitusi atau Arahan Megawati?
Pertanyaannya, mengapa Hamas menyerang Israel? Mengutip dari Al Jazeera, Ismael Haniyeh menyatakan bahwa alasannya adalah ancaman keberadaan Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem.
Selain itu, Haniyeh mempersoalkan blokade Gaza oleh Israel yang sudah bertahan selama 16 tahun terakhir. Tak luput dari perhatiannya adalah perihal normalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Timur Tengah.
“Sudah berapa kali kami memperingatkan Anda bahwa rakyat Palestina hidup di kamp-kamp pengungsian selama 75 tahun, dan Anda menolak untuk mengakui hak-hak rakyat kami?” ucap Ismail Haniyeh.
Gunakan jalur politik dan militer
Hamas telah berkuasa di Jalur Gaza sejak tahun 2007. Kelompok ini menggunakan jalur politik dan militer untuk mencapai tujuan mendirikan sebuah negara Islam di kawasan Palestina dan seluruh kawasannya yang Israel ambil.
Dari jalur politik, Hamas aktif dalam kontestasi politik Palestina. Kelompok ini bahkan sempat pemilu tahun 2006 dan terus memperluas pengaruhnya hingga saat ini.
BACA JUGA:Ditanya Soal Statement Menolak Timnas Israel, Ganjar Pranowo: Saya Tidak Pernah Menyesal
Pemimpin Hamas saat ini, Ismail Abdel Salam Ahmed Haniyeh, merupakan politisi senior Palestina dan sempat menjabat Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina.
Haniyeh sangat dihormati para pejuang karena dirinya lahir di sebuah kamp pengungsi di Jalur Gaza pada tahun 1962.
Gerakan Hamas ini mendapat label sebagai organisasi teroris teroris oleh berbagai negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Israel Kanada, Mesir, dan Jepang.(*)





