“Kemudian kau tanya padaku, ‘Dapat jatah kau, Pacul?’ Jatah apa, wong kita pelaksana tugas kok jatah. Kami tidak berpikir seperti itu. Ibu Ketum kami tidak pernah, ‘Eh, Pacul, kamu kerjakan itu nanti kau kukasih hadiah ini’. Enggak ada. Dan kami juga gak pernah mengharapkan,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





