SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jateng akan segera menetapkan upah minimum provinsi (UMP), upah minimum sektoral provinsi (UMSP), upah minimum kabupaten/kota (UMK) dan upah minimum sektoral kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2026.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, menyebut penetapan UMP dan UMK, termasuk UMSP dan UMSK, akan berlangsung serentak.
“Waktu penetapan seluruh komponen upah berlangsung serentak tanggal 24 Desember 2025,” ujar Ahmad Aziz, baru-baru ini.
BACA JUGA: Penetapan UMP, UMSP, UMK, dan UMSK di Jawa Tengah 2026 Serentak 24 Desember 2025, Ini Alurnya
Perhitungan UMP Jawa Tengah 2026 mengikuti Peraturan Pemerintah tentang pengupahan sebagai pedoman resmi. Rumus kenaikan upah menggabungkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta nilai alfa.
Pemerintah menetapkan rentang nilai alfa antara 0,5 sampai 0,9 untuk tahun 2026. Nilai tersebut membuka ruang musyawarah pada Dewan Pengupahan tingkat provinsi maupun kabupaten kota.
Hasil kajian kemudian menjadi rekomendasi bagi gubernur. “Terkait alfa, proses kajian berlangsung matang bersama dewan pengupahan,” kata Aziz.
Simulasi UMP Jawa Tengah 2026 dan UMK 2026 seluruh Kota/Kabupaten di Jateng
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,37 persen pada Triwulan III 2025. Inflasi wilayah ini tercatat sebesar 2,79 persen menurut Badan Pusat Statistik.
UMP Jawa Tengah tahun 2025 berada pada angka Rp2.169.349. Saat nilai alfa mencapai 0,9, rumus menghasilkan kenaikan 7,56 persen.
Nilai kenaikan tersebut setara tambahan upah sekitar Rp164.641. Sehingga, proyeksi UMP Jawa Tengah 2026 mencapai Rp2.333.990.
Simulasi ini bersifat proyeksi awal serta masih dapat berubah. Perubahan kondisi ekonomi serta keputusan pemerintah berpengaruh besar pada angka final.
Berikut ini daftar lengkap proyeksi UMK 2026 seluruh kota/kabupaten di Jateng dengan nilai alfa 0,9 alias kenaikan 7,56 persen:





