Jateng

Singgah di Semarang, Biksu Thudong Berteduh di Queen City Mall-Sambangi Masjid Agung Kauman

×

Singgah di Semarang, Biksu Thudong Berteduh di Queen City Mall-Sambangi Masjid Agung Kauman

Sebarkan artikel ini
Biksu Thudong Semarang
Biksu Thudong saat mengunjungi Masjid Agung Semarang Kauman, Selasa, 6 Mei 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Biksu Thudong menapakkan kaki di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa, 6 Mei 2025.

Titik pemberhentian pertama mereka ialah di Toserba Aneka Jaya Mangkang untuk istirahat. Kemudian, para biksu melanjutkan perjalanannya ke Kantor Kecamatan Tugu dan sempat beristirahat kembali di Queen City Mall Semarang.

Usai beristirahat di Queen City Mall, Biksu Thudong langsung melanjutkan perjalanannya ke Masjid Agung Kauman Semarang yang lokasinya tak jauh dari mal tersebut.

Kunjungan Biksu Thudong ke Masjid Kauman itu menjadi hal yang menarik. Pada hari yang sama, mereka sempat mengunjungi Gereja St Antonius yang berlokasi di Kendal.

BACA JUGA: Bakal Singgah di Semarang, 34 Biksu Thudong Thailand Jalan Menuju Borobudur, Ini Jadwalnya

Pantauan beritajateng.tv, para biksu tiba di Masjid Kauman tepat pukul 15.00 WIB. Adapun perjalanan Biksu Thudong pada hari ini sepanjang 29 kilometer dengan waktu tempuh 6 jam 30 menit.

Selepas sampai di masjid, para biksu disambut oleh Ketua Takmir Masjid Kauman Semarang, Hanif Ismail. Mereka pun berkumpul di ruang pertemuan, berbincang dan bercerita tentang ritual agama masing-masing.

Takmir Masjid Kauman menjelaskan tentang indahnya keberagaman umat beragama di Kota Semarang. Dibalas dengan cerita para biksu yang menempuh ribuan kilometer berjalan kaki menuju Candi Borobudur Magelang.

Usai diskusi lintas agama, takmir masjid pun mengajak para biksu untuk masuk ke dalam masjid.

Tak selalu berjalan mulus, Biksu Thudong kukuh jalan kaki meskipun alami cedera

Penasihat Yayasan Thudong, Suhu Shao Zheng, mengaku senang bisa mengunjungi Masjid Kauman di tengah perjalanan thudong para biksu tersebut.

Ia merasa terharu lantaran disambut dengan antusias oleh tempat ibadah lintas umat di Jawa Tengah, baik itu gereja maupun masjid.

“Ke gereja, masjid, klenteng, semua welcome ke kita. Jadi di sinilah yang saya suka sekali, mereka welcome dengan thudong, thudong together, jalan bersama untuk persatuan agama, kebahagiaan umat, semoga semua maklhuk berbahagia,” ujar Suhu.

Suhu menuturkan para biksu dan takmir masjid berdialog soal toleransi umat beragam saat diskusi.

BACA JUGA: Lepas Biksu Thudong 2024, Mbak Ita: Semarang Simpan Jejak Penyebaran Agama Buddha

Dalam kesempatan itu, Suhu menjelaskan makna thudong ialah berjalan kaki mengikuti napak tilas Buddha Gautama yang melepaskan segala harta dan kemelekatan.

“Beliau berbicara toleransi agama dan mengenalkan thudong itu apa, berjalan kaki napak tilasnya sang Buddha. Jadi kita meninggalkan semua kemewahan. Kan capek panas kepanasan, hujan tetep jalan kaki,” ungkap Suhu.

Menurut penuturannya, jalan kaki yang para biksu tempuh itu tak lepas dari cerita penuh luka. Namun, kata Suhu, para biksu tetap kukuh untuk melanjutkan perjalanan thudong.

“Kita lihat tadi kakinya ada yang jarinya lepas. Dan itulah mereka tidak pernah bilang berhenti, gak bisa, inilah thudong, kebersamaan, melepas semua kemelakatan,” pungkas Suhu. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp