SEMARANG, beritajateng.tv – Berbagai kedai kopi umumnya menawarkan konsep grab and go, atau pesan di kasir, bayar, dan kemudian segelas kopi siap saji. Berbeda dengan Kopi Susu Bu Lurah yang masih menyediakan slow bar Semarang, konsep kedai kopi yang menitik beratkan pada interaksi bersama pengunjung.
Guntur, manajer operasional sekaligus barista Kopi Susu Bu Lurah menjelaskan, konsep slow bar Semarang dipilih oleh pemilik, Rodra Ciptaning, untuk mengembalikan fungsi kedai kopi kepada fitrahnya. Menurutnya, fungsi kedai kopi telah bergeser dari konsep awal seiring semakin populernya kopi di kalangan anak muda.
“Jadi dulu coffee shop itu adalah tempat buat orang bisa ngobrol dan berinteraksi sama barista, sekarang agak bergeser menjadi tempat nongkrong, ngerjain tugas, dan ngumpul sama temen-temen,” kata Guntur kepada beritajateng.tv, Senin 5 Juni 2023.
Berangkat dari keresahan tersebut, akhirnya tercetus ide untuk membangun spot kecil untuk memfasilitasi slow bar Semarang.
Slow bar sendiri adalah sebuah metode pembuatan kopi dengan menggunakan alat manual brewer. Nantinya, barista mengerjakan seluruh proses pembuatan kopi, mulai dari pemilihan biji kopi.
“Slow bar itu menyeduh kopi dengan metode V60, itu seduhan manual, jadi kita langsung seduhin di depan pelanggan sambil menjelaskan, misal biji kopinya dari mana, proses tanamnya seperti apa, seperti itu, intinya nanti ada waktu untuk mengobrol bersama pelanggan,” lanjutnya.
Karena secara manual, umumnya proses pembuatan kopi dengan slow bar memakan waktu yang lebih lama daripada dengan metode pembuatan kopi lainnya. Guntur mengaku, membutuhkan waktu kurang lebih lima menit untuk menyiapkan satu cangkir kopi.
“Karena slow bar memang merupakan satu corner untuk orang-orang yang masih ingin berinteraksi dengan barista dan sekaligus bisa ngobrol sama pengunjung lain yang belum kenal,” lanjutnya.
Berperan sebagai barista slow bar Semarang, Guntur mengaku menyeduh kopi di slow bar memiliki sensasi lain daripada fast bar. Ia dapat berinteraksi dengan banyak orang sekaligus belajar hal-hal baru.
Interaksi sekaligus ajang edukasi di slow bar Semarang
Komitmen Kopi Susu Bu Lurah terhadap keberadaan slow barnya ternyata tidak main-main. Mereka beberapa kali mengundang bintang tamu untuk take over spot slow bar mereka.
Terbaru, Zikri Mubarak, salah satu tenderista asal Jakarta datang ke Semarang. Tujuannya, kata Guntur, adalah untuk memberikan pengalaman baru ke pengunjung terkait minuman yang sedang ngetren di ibu kota.
“Zikri Mubarak bukan barista tapi bartender. Jadi dia menciptakan minuman yang terinspirasi dari minuman beralkohol seperti cocktail, tapi dia buat zero tanpa alkohol. Pengalaman itu yang kita bawa ke Semarang,” kata Guntur.
Lebih lanjut, Guntur menjelaskan bahwa terdapat tujuh tier atau tujuh tingkatan kualitas kopi yang dapat pengunjung nikmati di slow bar. Mulai dari tier satu (kopi aceh gayo, dan kopi dari kenya), tier 5 (geisha), hingga tier 7 (geisha esmeralda).
Semakin tinggi tiernya menandakan kopi tersebut semakin langka. Harga yang dibandrol mulai dari Rp 30 ribu hingga yang paling mahal Rp 350 ribu untuk tier tertinggi.
Jika ingin mencicipi kopi yang lebih kaya rasa dan memiliki sensasi yang berbeda, cobalah untuk mencoba slow bar Semarang di Kopi Susu Bu Lurah (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





