“Ini bagian dari tindak lanjut rekomendasi keselamatan. Portal Silayur dan Jrakah berdiri sebagai solusi jangka pendek untuk mengendalikan kendaraan berat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama, terutama terkait efektivitas kebijakan di lapangan.
“Langkah ini sebenarnya bagus, sebagai antisipasi kecelakaan sesuai rekomendasi KNKT. Selain pembatasan operasional juga dibuat portal,” jelasnya.
Liluk sapaannya menjelaskan, untuk jangka pendek pemasangan portal dan pembatasan untuk memastikan mencegah kendaraan bertonase besar melintas di Jalan Prof. Hamka.
Sementara untuk anggaran pernikahan struktur jalan belum bisa dilakukan karena membutuhkan anggaran yang besar .
“Kalau jangka pendek memang bagus, artinya ada solusi cepat. Agar kecelakaan tidak lagi terjadi sembari menunggu ketersediaan anggaran untuk merubah struktur jalan,” katanya.
“Kedepan ada evaluasi ya, mungkin kurang sosialisasi, atau apa, nah kita lakukan ini,” pungkas Liluk. (*)
Editor: Elly Amaliyah





