SEMARANG, beritajateng.tv – Nama Timur Kapadze tiba-tiba mencuri perhatian publik Indonesia. Mantan pelatih Timnas Uzbekistan itu digadang-gadang masuk bursa calon pelatih baru Timnas Indonesia setelah pos tersebut kosong usai kepergian Patrick Kluivert.
Meski PSSI belum mengonfirmasi kandidat resminya, Kapadze menjadi salah satu nama yang paling ramai suporter bicarakan.
Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menanggapi kemunculan nama Kapadze dengan santai.
“Ya itu bagian dari aspirasi. Kami tampung saja dulu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengungkap bahwa ada lima kandidat yang sedang mereka dalami, meski seluruh identitasnya masih dirahasiakan.
BACA JUGA: PSSI Jateng Sukses Gelar Kongres Tahunan 2025 di Semarang, Bahas Program dan Statuta Baru
Di tengah proses seleksi yang tertutup itu, sosok Timur Kapadze justru semakin mencuat. Banyak pihak menilai ia memiliki profil ideal untuk memimpin skuad Garuda di level tertinggi. Lalu, siapa sebenarnya Timur Kapadze?
Timur Kapadze: Sosok Calm Leader yang Bawa Uzbekistan ke Piala Dunia 2026
Timur Kapadze bukan nama baru di dunia sepak bola Asia. Sebelum di kaitkan dengan Timnas Indonesia, ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Uzbekistan setelah mengantarkan White Wolves lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, prestasi yang membuat reputasinya meroket.
Usai pengundurannya, asosiasi sepak bola Uzbekistan menunjuk Fabio Cannavaro sebagai pelatih kepala, dan Kapadze di posisikan sebagai asisten.
Keputusan itu justru membuat peluangnya menerima tawaran baru, termasuk dari Indonesia, semakin terbuka.
Tak heran publik sepak bola Tanah Air menilai Kapadze sebagai figur tepat untuk mengisi kursi pelatih Tim Garuda.
Sebelum menjadi pelatih, Kapadze bersinar sebagai gelandang elegan yang menjadi ikon di kompetisi Uzbekistan. Pria kelahiran Fergana, 5 September 1981 itu, memulai kariernya bersama:
-
Neftchi Fergana (1998–2001)
Meraih gelar Uzbekistan Super League 2001 dan tiga kali runner-up sebelumnya. -
Pakhtakor (2002–2007)
Kapadze meraih enam gelar liga beruntun, enam Piala Uzbekistan, serta dua kali menembus semifinal Liga Champions Asia (2003 & 2004). -
Bunyodkor (2008–2010)
Memenangi tiga gelar liga, dua Piala Uzbekistan, dan mencapai semifinal Liga Champions Asia 2008. -
Lokomotiv Tashkent (menutup karier)
Meraih double winner pada 2016 dan 2017.
Di level internasional, kapten karismatik ini mencatat 119 caps dan 10 gol untuk Timnas Uzbekistan (2002–2015). Angka tersebut menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah White Wolves.
Kenapa Kapadze Ramai Pujian dari Indonesia?
Sejak kabar ketertarikannya muncul, suporter Indonesia langsung menyambut antusias. Banyak yang menilai Kapadze memenuhi kriteria pelatih yang Timnas Indonesia butuhkan saat ini:
-
berpengalaman menangani tim nasional,
-
memiliki prestasi di level Asia,
-
sukses di level pemain,
-
dikenal tegas, disiplin, dan berwawasan taktik luas.
BACA JUGA: PSSI Mengakhiri Hubungan Kerja Sama dengan Patrick Kluivert dan Tim Kepelatihannya
Tak heran namanya disebut sebagai kandidat “favorit publik”. (*)





