Jateng

Suasana Haru Warnai Lapas Perempuan Semarang, Narapidana Rayakan Lebaran Bersama Keluarga

×

Suasana Haru Warnai Lapas Perempuan Semarang, Narapidana Rayakan Lebaran Bersama Keluarga

Sebarkan artikel ini
Lapas Perempuan Semarang
Puluhan pengunjung membesuk keluarga mereka yang tengah menjalani masa hukuman di Lapas Perempuan Semarang, Selasa, 2 April 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen penuh makna, terutama bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kunjungan dari keluarga terasa lebih spesial dengan suasana yang mengharukan.

Seperti yang terjadi Lapas Perempuan Kelas II A Semarang. Ratusan narapidana menerima kunjungan sanak keluarga selama momen Lebaran 2025 ini.

Pada hari kedua Lebaran, antusiasme pengunjung lapas semakin tinggi. Ruang kunjungan yang tersedia bahkan tak mampu menampung seluruh pengunjung yang ingin bertemu keluarga mereka yang tengah menjalani masa hukuman.

Untuk mengatur jalannya kunjungan, pihak lapas kemudian membagi jam kunjungan ke dalam dua sesi, yakni pukul 09.00 s.d. 12.00 WIB untuk sesi pertama, dan sesi kedua pada pukul 13.00 s.d. 15.00 WIB.

Selain bertemu keluarga, pengunjung juga dapat membawa pulang berbagai hasil karya warga binaan, seperti boneka, tas, dan makanan. Produk-produk ini menjadi bukti bahwa para narapidana tetap produktif selama menjalani masa hukuman.

BACA JUGA: Tadarus Ramadan, Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang Target Khatam Al-Qur’an 4 Kali

Salah satu warga binaan, Puso, yang tengah menjalani hukuman atas kasus penggelapan, mengungkapkan kebahagiaannya bisa bertemu keluarganya di momen Idulfitri. Ia merasa momen ini sangat berharga karena masih bisa merasakan suasana Lebaran meskipun berada di dalam lapas.

“Tentu sangat spesial ya, apalagi momen ini saya bisa menggantikan pampers dan menyuapi makan anak. Kalau di luar biasa ya, tapi sederhana seperti itu saja sudah membuat saya bahagia,” tuturnya sembari berkaca-kaca.

Ia pun memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk bersama buah hatinya. Ia bahkan membelikan boneka sebagai oleh-oleh yang dibeli dari hasil karya warga binaan di lapas.

Selain sang anak, suami, orang tua, dan mertuanya juga hadir bergantian di dua sesi kunjungan.

“Dua sesi kunjungan pagi untuk mertua saya, dan siang untuk orang tua,” tambahnya.

Tetapkan prosedur ketat untuk keamanan kunjungan lapas perempuan Semarang

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang, Ade Agustina, mengatakan, jadwal kunjungan selama lebaran memang terlihat lebih leluasa. Kendati begitu, ia menegaskan pihak lapas tetap menjalankan prosedur keamanan yang ketat.

Barang-barang terlarang seperti senjata tajam, obat-obatan, pakaian, dan sepatu tidak boleh masuk. Hanya makanan tertentu yang boleh dibawa, dengan ketentuan tidak berbentuk bulat atau berisi, guna mencegah penyelundupan barang ilegal.

“Kalau camilan yang bentuknya bulat berisi itu kan dikhawatirkan, kami tidak punya banyak waktu pemeriksaan isinya apa. Jadi memang hanya makanan saja yang misalnya bentuknya pipih yang boleh dibawakan untuk warga binaan,” kata Ade.

Selain pemeriksaan barang, pengunjung juga harus menjalani pemeriksaan tubuh sebelum masuk ke ruang kunjungan.

BACA JUGA: Jelang Lebaran, Warga Binaan Lapas Semarang Kebanjiran Order Kue Kering

Demi menjaga keamanan, tidak boleh mengenkan alas kaki. Dengan begitu, petugas bisa memastikan tidak ada barang mencurigakan yang terselip di dalamnya.

“Lepas alas kaki, kemudian kami gelar karpet yang sekaligus sebagai rute alur kunjungan. Sehingga selain aman tidak ada barang yang dilekatkan di alas kaki, juga bersih,” jelasnya.

Ade menyebutkan bahwa kunjungan lebaran tahun ini berjalan lancar. Baik di hari pertama maupun kedua, tanpa kendala berarti.

Pihak lapas terus berupaya memberikan suasana yang lebih nyaman bagi warga binaan dan keluarganya, agar kebersamaan di hari suci ini tetap terasa meskipun dalam keterbatasan. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp