Prabowo Subianto: 28,8 persen
Ganjar Pranowo: 27,5 persen
Anies Baswedan: 19,3 persen
Ridwan Kamil: 3,0 persen
Agus Harimurti Yudhoyono: 2,8 persen
Erick Thohir: 2,3 persen
Sandiaga Uno: 1,7 persen
Andika Perkasa: 1,6 persen
Ahmad Heryawan: 1,3 persen
Mahfud Md: 1,2 persen
Khofifah Indar Parawansa: 0,8 persen
Muhaimin Iskandar: 0,7 persen
Airlangga Hartanto: 0,4 persen
Puan Maharani: 0,3 persen
Muhammad Zainul Majdi: 0,3 persen
Zulkifli Hasan: 0,3 persen
Yahya Cholil Staquf: 0,1 persen
Luhut Binsar Pandjaitan: 0,1 persen
Tito Karnavian: 0,1 persen
Muhammad Mardiono: 0,1 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 7,3 persen
Prabowo Tetap Teratas dalam Simulasi 10 Nama Survei Capres
Kemudian, simulasi dikerucutkan menjadi 10 nama dengan ketiga nama tersebut tetap menduduki posisi teratas:
Prabowo Subianto: 30,1 persen
Ganjar Pranowo: 28,3 persen
Anies Baswedan 20,4 persen
Ridwan Kamil: 3,3 persen
Erick Thohir: 2,8 persen
Agus Harimurti Yudhoyono: 2,8 persen
Sandiaga Salahuddin Uno: 1,7 persen
Muhaimin Iskandar: 1,6 persen
Airlangga Hartanto: 0,7 persen
Puan Maharani: 0,5 persen
tidak tahu/tidak jawab: 7,8 persen
Hanta menjelaskan, posisi ketiga capres teratas cukup kompetitif.
“Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, selisih tipis. Lalu ada Anies Baswedan. Tiga ini kompetitif, ketiga ini masih ada probabilitas kemenangan. Peta capres mengerucut ke tiga orang tersebut,” ujarnya.
BACA JUGA: Pengamat Politik Nilai Ganjar Tak akan Mudah Menang Pilpres, Ini Sebabnya
Ia menambahkan, elektabilitas Ganjar Pranowo sempat turun semenjak batalnya Piala Dunia U-20.
“Tapi juga jangan lupa Ganjar baru saja dideklarasikan. Ganjar bisa naik karena kepastian PDIP sudah mengusungnya,” tandasnya.
Menurut Hanta, peta elektoral elektabilitas itu akan berubah lagi jika calon wakil presiden (cawapres) sudah ada pada masing-masing koalisi.
“Variabel elektabilitas cawapres ini penting,” tutupnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto




