“Kami sangat miris. Teman-teman di Kendeng, khususnya di wilayah Wirosari, menolak adanya galian yang merusak Pegunungan Kendeng. Perlu diingat, Kendeng adalah paku bumi untuk warga Jawa Tengah. Di sanalah ada air yang harus diselamatkan. Pegunungan di situ adalah nyawa petani,” tegasnya.
SDalam kajiannya, Aliansi Jateng Guyub menyebut Jawa Tengah tengah menghadapi berbagai persoalan yang mereka sebut sebagai “darurat ekonomi rakyat”.
BACA JUGA: Di Ajang SBBI Award 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Selain infrastruktur jalan, massa juga menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), praktik upah murah, kerusakan lingkungan, hingga konflik agraria di sejumlah daerah.
Melalui aksi tersebut, massa mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur jalan, khususnya di wilayah Grobogan dan Blora, serta menindaklanjuti berbagai persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. (*)
Editor: Farah Nazila





