“Yang perlu kita ambil hikmah dari kejadian ini adalah harus mengedepankan kondisi fisik dan kekebalan tubuh atlet. Ke depan, perlu ada pengecekan kembali. Kita berolahraga dan berpartisipasi, tetapi harus tetap mengukur kemampuan,” katanya.
Gus Yasin yang juga menjabat Ketua Panitia Besar Porprov XVII Jawa Tengah 2026 mengatakan, penyelenggara telah melakukan sejumlah tahapan sebelum pertandingan. Termasuk memastikan atlet terdaftar dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
BACA JUGA: Cabor Dayung Porprov Jateng di Rawapening, KONI Kabupaten Semarang: Keselamatan Atlet Lebih Penting dari Prestasi
Meski demikian, diia menilai evaluasi tetap harus berjalan sebagaimana mestinya. Terutama untuk perlombaan yang berlangsung di laut terbuka.
“Ini menjadi evaluasi kami untuk memastikan keselamatan atlet benar-benar dijaga. Karena perlombaan ini di laut. Aspek keamanan atlet harus betul-betul jadi perhatian,” kata pria asal Kabupaten Rembang tersebut.
Sebagai bentuk perhatian, panitia Porprov bersama Pemprov Jateng akan menyalurkan tali asih atas prestasi yang telah Syabilla torehkan.
Keluarga juga akan mendapatkan hak perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku. Dukungan dari pemerintah kabupaten turut juga jadi harapan agar dapat melengkapi perhatian kepada keluarga. (adv)





