Nasional

Tak Akan Ada Gedung Pencakar Langit di IKN, Kepala Otorita: Ini Peradaban dan Sejarah Baru

×

Tak Akan Ada Gedung Pencakar Langit di IKN, Kepala Otorita: Ini Peradaban dan Sejarah Baru

Sebarkan artikel ini
Gedung IKN
Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, saat pemaparan di Dekanat Fakultas Teknik Undip, Jumat, 8 Maret 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dikebut. Berbagai bangunan gedung nantinya akan berdiri di IKN yang memiliki luas wilayah mencapai 322,429 hektar itu.

Namun, di antara banyaknya gedung baik perkantoran, komersial, hingga hunian vertikal, IKN dipastikan tidak akan memiliki gedung pencakar langit.

Hal tersebut tersampaikan oleh Kepala Otorita IKN Bambang Susantono saat Forum Akademik Nusantara dan Penandatanganan Nusa Kesepahaman antara Otorita IKN dengan ASPI dan Universitas Diponegoro (Undip) di Dekanat Fakultas Teknik Undip, Jumat, 8 Maret 2024.

Menurut Bambang, IKN merupakan kota dengan konsep green, smart, inclusive, resilent, dan sustainable. Sehingga, meskipun menjadi kota masa depan yang penuh dengan kecanggihan, namun IKN tetap akan mempertahankan kelestarian alam sekitarnya.

BACA JUGA: Kembangkan Ibu Kota Baru, Otorita IKN Gandeng ASPI Wujudkan Kota Dunia

“Di samping smart juga akan mempertahankan hijaunya, jangan harap di IKN ada gedung pencakar langit, karena desainnya menyatu dengan alam, dengan kurasi Ridwan Kamil,” kata Bambang.

Selama ini, lanjutnya, masyarakat seringkali terdoktrin kota maju harus memiliki gedung pencakar langit. Padahal, kata Bambang, kemajuan kota bukan sekadar kota dengan gedung yang menjulang tinggi.

Bambang menegaskan, menjadi kota besar di Indonesia bahkan dunia tidaklah harus memiliki gedung pencakar langit. Yang terpenting baginya adalah bagaimana sebuah kota bisa menyenangkan warganya.

“Jadi memang akhirnya kita ingin menjadikan kota ini kota kelas dunia, yang cerdas, cermat, tapi juga loveable, warga cintai, bagaimana warganya merasa aman, nyaman, dan betah di kota itu,” tambahnya.

Bambang sebut IKN adalah peradaban dan sejarah baru

Lebih lanjut, pembangunan IKN juga masih berlangsung hingga 2045 mendatang. Presiden Joko Widodo bahkan baru saja melangsungkan groundbreaking ke-5 beberapa waktu yang lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang menerangkan jika 65 persen wilayah di IKN merupakan hutan tropis. Sementara sisanya merupakan wilayah perkotaan yang minim pencemaran karbon.

“Tahap pertama 2022-2024, jumlah populasi sekitar 260 ribu penduduk. Di mana pada 2045 populasi di IKN targetnya mencapai 1,9 juta penduduk,” katanya.

BACA JUGA: Wujudkan Kota Hutan Berkelanjutan, OIKN Akan Luncurkan Rencana Induk Pengelolaan Kehati IKN pada 2024

Selain itu, IKN juga bakal menjadi kota pertama yang memiliki perencanaan dari dampak dan mitigasi perubahan iklim.

“IKN sudah miliki atau memulai pondasi ke depan, semua perencanaan tersedia. Pertama, climate change, IKN kota pertama yang punya perencanaan perubahan iklim,” papar Bambang.

“IKN ini pendekatan baru yang belum ada di Indonesia. Sebuah peradaban baru, sejarah baru, yang tidak hanya fisik, tapi juga pemikiran,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp