SEMARANG, beritajateng.tv – Pemilik warung bakso di kawasan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Usman (53), mulai mengubah cara pengelolaan limbah sisa kuah. Hal ini usai viralnya video persoalan pembuangan kuah bakso ke selokan tetangga viral di media sosial.
Kini, Usman mengaku menampung sisa limbah sebelum dia buang. Dia juga telah membeli perangkat grease trap untuk membantu memisahkan minyak dan lemak dari air limbah.
Usman mengatakan, sebelum video viral tersebut telah melakukan penyaringan terhadap sisa kuah dan air kotor dari bekas makanan. Daging maupun sisa makanan dia pisahkan. Begitu pula lemak yang muncul setelah air limbah dingin.
“Kalau sudah dingin, lemaknya kan naik. Lemaknya saya saring, saya sisihkan juga. Setelah itu sisa pembuangannya sudah saya treatment pakai mikroba anti bau,” kata Usman saat beritajateng.tv temui di warungnya, Sabtu, 7 November 2026.
Mulai Tampung Limbah, Siapkan Grease Trap
Usman bilang, sebelumnya air sisa pengolahan bakso yang telah melalui proses penyaringan dan pemberian cairan pengurai bau masih dialirkan ke saluran pembuangan.
Kini setelah mendapatkan penyuluhan dari sejumlah pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dia mulai menerapkan sistem penampungan.
BACA JUGA: Viral, Kronologi Pedagang Bakso Buang Limbah ke Selokan di Semarang, Dua Pihak Dimediasi
“Sekarang dengan kejadian kemarin, sudah tampung di tampungan tandon,” ucapnya.
Dia telah membeli perangkat grease trap. Alat tersebut rencananya dia gunakan untuk membantu memisahkan lemak dari air limbah sebelum masuk ke tahap pengolahan berikutnya.
“Grease trap sudah beli, tapi belum sempat pasang karena baru tadi datangnya,” katanya.
Usman tidak menampik air sisa pengolahan bakso dari warungnya mengandung lemak. Sebelumnya, dia juga mengaku membuang air sisa pengolahan ke saluran terbuka yang berada di dekat pekarangan rumah warga.
Dia beralasan, saluran tersebut karena kondisi got di sekitar warung kurang lancar.
“Terus terang, got yang di sini [di deretan warungnya] tidak stabil, turun naik, tidak lancar. Kalau got yang sana [sebrang] alirannya sampai ke sungai,” katanya.
BACA JUGA: Viral Warung Bakso Buang Kuah ke Got, Agustina Minta Pengawasan Limbah PKL Diperketat
Usman bilang, pembuangan di saluran tersebut atas persetujuan pemilik properti yang saat ini dia sewa untuk berjualan.
Di sisi lain, Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo juga mengaku telah melakukan pengawasan terhadap warung bakso tersebut.
“Nggak tutup [warungnya] cuma pembuangan mau pakai tandon dan mau buat sumur resapan,” kata Hengky melalui pesan singkat.
“Sudah tidak buang ke got, sesuai kesepakatan. Infonya ditampung kemudian panggil sedot wc,” katanya.
DLH Kota Semarang Sarankan Pembuatan Sumur Resapan
Kepala Bidang Pengawasan dan Pemberdayaan Lingkungan DLH Kota Semarang, Wahyu Heryawan, mengatakan, warung bakso tersebut sebenarnya telah melakukan pemilahan limbah.
“Sebetulnya sudah ada pemilahan, tetapi pada akhirnya dia buang kembali ke saluran milik warga. Itu yang kemudian menimbulkan masalah dan menjadi persoalan di lingkungan,” katanya usai mediasi sebelumnya.
DLH kemudian memberikan sejumlah rekomendasi teknis untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah warung tersebut.
BACA JUGA: Usai Viral Buang Limbah ke Selokan, Warung Bakso di Semarang Diminta Buat IPAL Portabel
Untuk penanganan jangka pendek, pemilik usaha bisa membuat grease trap atau perangkap lemak. Fasilitas ini berfungsi menyaring kandungan minyak dan lemak dari sisa pencucian peralatan maupun aktivitas memasak sebelum air limbah mengalir ke lingkungan.
Selain itu, DLH menyarankan pembuatan sumur resapan sebagai bagian dari penanganan sementara. Adapun untuk jangka menengah, pemilik warung diarahkan mempertimbangkan penggunaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) portabel. (*)
Editor: Diaz A Abidin





