Ia menuturkan, kondisi ekonomi saat ini masih kurang bersahabat terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Kondisi itu semakin parah dengan adanya pembatasan gas elpiji 3 kg.
Masyarakat yang merasa tak mampu membeli gas elpiji non-subsidi kemudian berondong-bondong memburu gas elpiji 3 kg. Dampaknya, harga gas elpiji kemudian melambung tinggi.
“Pelaku usaha langsung menaikkan harga karena ada kekhawatiran gas langka. Sebagian kalangan pengusaha pengecer di bawah sudah memperkirakan akan terjadi tersendatnya penyaluran gas elpiji; makanya harga naik,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





