“Tidak hanya pendampingan, kita berupaya supaya korban KDRT bisa mandiri melalui pelatihan. Kalau dulu ada pelatihan khusus untuk korban KDRT. Kalau perempuan mengalami KDRT, risikonya adalah miskin, risikonya menjadi kepala keluarga, kalau tidak punya background ya berat juga,” tegas Tia.
Lebih lanjut, Tia mengungkap masih banyak perempuan korban KDRT yang enggan melapor karena malu dan khawatir dengan masa depan keluarganya jika tak ada peran ayah.
“Kebanyakan mereka khawatir bagaimana kalau nanti bapaknya masuk penjara, bagaimana dengan anaknya, dengan ekonomi keluarga, tapi memang korban ini tetap perlu speak up,“ pungkas Tia. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





