Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah dan mengetahui hal tersebut, beliau bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa AS. Sehingga beliau berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan para sahabat untuk melaksanakannya.
Selain memiliki nilai sejarah yang besar, puasa Asyura juga memiliki keutamaan berupa penghapusan dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana tertulis dalam hadis-hadis Rasulullah SAW.
Momentum Memperbanyak Amal Saleh
Masuknya bulan Muharram sekaligus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kualitas ibadah.
Momentum pergantian tahun Hijriah hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai pergantian angka semata, tetapi juga menjadi kesempatan memperbanyak amal saleh, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
BACA JUGA: Contoh Teks Khutbah Jumat Bermakna: Pahala Ibadah yang Setara dengan Haji
Dengan memanfaatkan keutamaan bulan Muharram dan melaksanakan puasa Asyura, harapannya umat Islam dapat meraih keberkahan, ampunan, serta pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. (*)





