Hukum & Kriminal

Telah Periksa 8 Saksi Kasus Pemerasan, Polrestabes Semarang: Pelaku Proses Kode Etik di Polda Jateng

×

Telah Periksa 8 Saksi Kasus Pemerasan, Polrestabes Semarang: Pelaku Proses Kode Etik di Polda Jateng

Sebarkan artikel ini
Pemerasan Polisi Semarang
Anggota polisi pelaku pemerasan di Semarang Utara. (Foto: Instagram/@beritasemaranghariini)

SEMARANG, beritajateng.tv – Proses sidang kode etik bagi dua oknum polisi pelaku pemerasan di Kota Semarang sedang berjalan. Delapan saksi pun telah memberikan keterangan ke polisi terkait kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, memastikan proses hukum terhadap Aiptu K, Aipda R, serta warga berinisial S berlangsung bersamaan.

BACA JUGA: Dua Polisi Pemeras di Semarang Jalani Penahanan Khusus 1 Bulan, Polda Jateng: Korban Lain Lapor Saja

“Tiga orang itu masih menjalani proses kode etik di Polda [Jateng]. Proses pidana juga berjalan bersamaan dengan warga sipil,” ungkap Andika, beberapa waktu yang lalu.

Menanggapi terkait saksi yang polisi periksa, Andika menyebut jumlahnya sudah delapan orang. Ia juga menegaskan belum ada laporan korban lain dalam kasus ini.

BACA JUGA: Selain Uang, Polisi Pelaku Pemerasan Juga Sempat Curi Barang Korban Lain, STNK hingga Jam Tangan

“Saksi total delapan orang,” tegasnya.

Sebelumnya, aksi pemerasan tersebut terjadi pada Jumat, 31 Januari 2025 sekitar pukul 20.30 WIB di kawasan Telagamas, Kecamatan Semarang Utara.

BACA JUGA: Kisah Korban Lain Pemerasan Polisi di Semarang: Pelaku yang Sama Minta Rp20 Juta, Nego Rp600 Ribu

Kedua oknum polisi bersama seorang warga meminta uang Rp2,5 juta dari dua remaja yang berada di dalam mobil.

Kejadian ini menjadi perhatian publik setelah korban perempuan berteriak, menarik perhatian warga sekitar.

BACA JUGA: Polisi Pelaku Pemerasan Bakal Jalani Sidang Kode Etik, Korban Lain Segera Melapor

Salah satu pelaku bahkan terekam video saat berusaha membela diri dengan menunjukkan kartu keanggotaan kepolisian. Video tersebut kemudian viral di media sosial.

Pihak kepolisian pun memastikan bahwa kasus ini akan pihaknya tangani secara transparan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp