SEMARANG, beritajateng.tv – Kasus pemerasan oleh dua anggota polisi yakni Aiptu Kusno dan Aipda Roy Legowo dan satu warga sipil inisial S masih terus bergulir.
Selain meminta uang, ketiga pelaku ternyata sempat menggondol sejumlah barang pribadi milik korban lainnya.
R, salah satu warga Semarang, mengaku menjadi korban korban pemerasan oleh tiga pelaku yang sama pada bulan Maret 2024. Saat itu, pelaku tidak hanya meminta uang, namun juga mencuri sejumlah barang pribadi korban.
“Selain Rp600 ribu saya juga banyak kehilangan barang-barang di mobil,” ungkap R saat beritajateng.tv hubungi melalui pesan singkat media sosial, Senin, 3 Februari 2025.
BACA JUGA: Kisah Korban Lain Pemerasan Polisi di Semarang: Pelaku yang Sama Minta Rp20 Juta, Nego Rp600 Ribu
R menuturkan, ia mendapatkan pemerasan oleh tiga orang yang sama dengan kasus yang terjadi di Kecamatan Semarang Utara beberapa hari yang lalu. Saat itu, ia yang tengah makan di dalam mobil mendapat tuduhan tindakan asusila dari pelaku.
Karena panik, R pasrah dan memberikan uang sebesar Rp600 ribu kepada pelaku. Awalnya, pelaku sempat meminta uang sebesar Rp20 juta.
“Saya masuk mobil mereka, (pelaku) yang satunya bawa mobil saya. Setelah kita kasih uangnya, teman satunya ngasi kunci mobil saya dan mereka ber 3 cabut,” kata R.
Kehilangan STNK, jam tangan dan dongkrak
Setelah kembali ke mobil miliknya, R kemudian sadar sejumlah barang pribadinya yang di dalam mobil hilang. Yakni STNK, jam tangan, rokok, hingga dongkrak mobil.
“STNK mobil saya hilang yang di laci, jam tangan merek Guess harga Rp2,5 juta, rokok 2 pack, dongkrak di bawah kursi penumpang depan,” paparnya.
R mengaku kecewa dengan tindakan dua oknum polisi yang memeras dirinya. Apalagi, pelaku mengambil barang-barang pribadi khususnya jam tangan yang memiliki nilai tersendiri di hidupnya.
“Jam tangan saya walaupun cuma Rp2,5 juta tapi beli hasil keringat sendiri. Dongkrak juga lumayan sekitar Rp500 ribu sama kunci-kuncinya,” katanya.
BACA JUGA: Polisi Usut Perusakan 17 Pot di Bundaran Kalibanteng Semarang, Pelaku Masih Buron
Mirisnya lagi, pelaku mengambil STNK mobil korban yang mana merupakan surat-surat penting. Hingga saat ini, R belum berani bercerita kepada orang tuanya jika menjadi korban pemerasan dan pencurian oleh oknum polisi.
“STNK hilang sampai saya ditanya-tanyain orang rumah dan saya cuma bisa bilang lupa nyimpen,” ungkap R.
Atas viralnya kejadian ini, R mengaku tak segan untuk melapor ke Polda Jawa Tengah jika ada korban lain.
“Saya lapor juga kalo ada korban lain yang ikut lapor,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila




