DEMAK, beritajateng.tv – Sport Center Demak Istimewa, satu-satunya kawasan olahraga berstandar nasional yang ada di kabupaten Demak kini di launching untuk umum.
Peresmian Sport Center Demak Istimewa itu setelah dua tahun pembangunan dengan anggaran yang berasal dari dana APBD 2022 dan 2023.
Total biaya pembangunan yakni Rp 50 miliar. Hal tersebut kata bupati Demak Eistianah saat meresmikan Sport Center pada Jumat 1 September 2023.
Dahulu, Sport Center Demak Istimewa ini bernama stadion Pancasila. “Dari stadion, gor, lapangan, sarana pra sarana berbagai cabang olahraga, untuk semuanya. Kita renovasi besar-besaran serta anggarannya dari APBD sebesar Rp 50 miliar,” ujarnya.
Bupati mengaku sebelum renovasi sport center, kondisi stadion Pancasila memang sangat memprihatinkan. Tidak hanya kondisi fisik bangunan, fasilitas penunjang olahraga lainnya amat sangat minim. Bahkan bisa di katakan tidak layak untuk sebuah pusat olahraga.
“Sebelum renovasi kondisinya memprihatinkan. Sekarang tampak istimewa, fasilitas olahraga juga sudah standar dan komplit,” terang Bupati.
Orang nomor satu di kota Wali ini menambahkan jika ada beberapa fasilitas olahraga yang berbayar dan ada pula yang gratis. “Untuk yang di luar stadion itu free, sedangkan yang di dalam itu berbayar,” tuturnya.
Fasilitas Sport Center Demak Istimewa
Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Demak Mohammad Ridhodhin, Sport Center Demak ini lengkap dengan sejumlah fasilitas olahraga yang sifatnya outdoor dan indoor.
“Stadion Sultan Fatah diperuntukan pertandingan sepak bola dan segala jenis atletik. Sementara GOR Kalijaga untuk bulutangkis, sepak takraw, bola voli, basket, beladiri dan Sekarteariat KONI,” ujarnya.
Sedangkan di bagian luar atau outdoor ada sarana basket 3 on 3 alias street basketball, arena skate board, climb wall atau panjat dinding. Di samping juga fitnes, mushola dan pujasera.
Sementara itu, menurut Ketua DPRD Demak Fahrudin Bisri Slamet. Bahwa biaya pembangunan sport center senilai Rp 50 miliar bukan lah anggaran yang kecil. Maka itu ia berharap ada output yang seimbang.





