Menurut Arief, tema “Melaju di Air, Menari di Alam, Menjaga Warisan” mencerminkan arah pembangunan Kabupaten Blora yang memadukan pengembangan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pelestarian budaya.
BACA JUGA: Imigrasi Blora Tegas, Empat WN China Dideportasi karena Diduga Salahgunakan Visa
“Festival ini menjadi media yang efektif untuk mengenalkan kekayaan alam, budaya, sejarah, serta produk-produk unggulan yang lahir dari kreativitas masyarakat Desa Tempuran,” ujarnya.
Ia menilai Desa Tempuran memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan berbasis budaya dan alam. Kehadiran ԁiaspora Blora di berbagai negara juga ԁinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas promosi daerah.
“Kita memiliki banyak ԁiaspora yang tetap mencintai Blora. Ini menjadi kekuatan untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, UMKM, hingga ekonomi kreatif kepada dunia internasional,” kata Arief.
Menurutnya, pengembangan Tempuran Waduk Fest sejalan dengan program Dolan Blora, yang bertujuan membangun ekosistem pariwisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Blora juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dekranasda, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan masyarakat agar festival tersebut terus berkembang menjadi agenda wisata unggulan daerah.
“Tempuran Waduk Fest merupakan contoh bagaimana potensi desa dapat ԁikembangkan menjadi penggerak ekonomi sekaligus sarana pelestarian budaya. Kami berharap festival ini terus berkembang, memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Blora,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





