Terpisah, Kepala DPUPR Temanggung Hendy Wahyu Nurhidayat menjelaskan, perancangan trase jalan baru di Seseh sebagai solusi permanen untuk menggantikan jalur darurat yang sejak 2019 dan 2022 kerap terdampak longsor.
Ia menyebut, hingga kini pihaknya telah menyelesaikan pembebasan lahan serta pembangunan Jembatan Seseh baru pada ruas Dalangan-Gemawang dengan nilai anggaran sekitar Rp700 juta.
Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan lanjutan masih bergantung pada dukungan pemerintah pusat.
BACA JUGA: Connect Souq Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Jateng Pasarkan Kopi dan Rempah
Menurut Hendy, DPUPR bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengajukan permohonan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Proses tersebut kini menunggu tindak lanjut hasil kajian teknis dari Badan Geologi Kementerian ESDM serta uji Detail Engineering Design (DED) dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DIY.
“Sambil menunggu proses di pusat, jalur darurat justru terputus total akibat cuaca ekstrem. Selain itu, kami juga akan memperbaiki saluran irigasi Gondang yang ikut terputus akibat longsor. Perbaikan ini dengan penanganan sementara berupa pipanisasi sepanjang kurang lebih 50 meter,” kata Hendy. (*)
Editor: Farah Nazila





