Tenaga medis menyatakan luka tersebut mengarah pada tindakan penganiayaan.
Ucapan dokter tersebut memicu amarah Anwar. Meski begitu, ia menahan emosi karena banyak orang berada di sekitar lokasi. Situasi itu memperkuat keyakinannya bahwa ada sesuatu yang tidak wajar menimpa putranya.
Pengakuan Ayah Nizam Syafei Soal Luka Anak
Dalam perbincangan publik, Ayah Nizam Syafei menegaskan bahwa ia tidak pernah melihat tanda kekerasan sebelumnya. Ia menilai peristiwa tersebut terjadi saat dirinya berada di luar kota. Ia juga mengaku sangat terpukul atas kejadian yang merenggut nyawa anaknya.
Kasus ini menyita perhatian masyarakat luas. Banyak warganet menyuarakan empati sekaligus tuntutan keadilan. Peristiwa tersebut memicu diskusi serius tentang perlindungan anak dalam lingkungan keluarga.
Selain itu, publik menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak saat berada di rumah. Pemerhati anak mendorong aparat untuk mengusut tuntas perkara ini. Langkah hukum yang tegas dinilai penting guna memberi efek jera.
BACA JUGA: Kuasa Hukum: Ribuan Advokat Siap Dampingi dr. Astra di Kasus Dugaan Penganiayaan di RSU Sultan Agung
Kini, Ayah Nizam Syafei berharap proses hukum berjalan transparan. Ia ingin keadilan benar-benar terwujud bagi putranya. Duka mendalam masih menyelimuti keluarga yang harus menerima kenyataan pahit tersebut. (*)





