SEMARANG, beritajateng.tv – Ayah Nizam Syafei mengungkap detik-detik terakhir kehidupan putranya yang viral setelah kasus dugaan penganiayaan mencuat ke publik.
Pengakuan tersebut ia sampaikan secara terbuka dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo pada Senin, 23 Februari 2026.
Nizam Syafei yang berusia 12 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka serius pada tubuhnya. Dugaan sementara mengarah pada tindakan kekerasan oleh ibu tirinya.
Bocah tersebut sebelumnya sempat pulang dari pondok pesantren untuk menyambut bulan Ramadhan bersama keluarga.
Anwar Satibi, ayah korban, menjelaskan bahwa kondisi anaknya baik sebelum ia berangkat ke Sukabumi. Ia hanya melihat gejala pilek ringan tanpa tanda kekerasan.
Keberangkatan itu berlangsung sehari sebelum kabar buruk datang menghampiri dirinya.
BACA JUGA: Kasus Dokter Astra RSI Sultan Agung, Polisi Terapkan Pasal Penganiayaan Ringan ke Dosen FH Unissula
Keesokan malam, istrinya menelepon dan meminta ia segera pulang. Sang istri menyebut Nizam mengalami demam tinggi serta terus memanggil nama ayahnya.
Mendengar kabar itu, Anwar langsung berkemas dan kembali ke rumahnya di Jampang, Bojongsari, Sukabumi.
Setibanya di rumah, ia melihat kondisi anaknya sangat memprihatinkan. Tubuh Nizam tampak lemah dan sulit merespons pertanyaan. Bocah itu hanya terdiam sambil memutar selimut yang menutupi tubuhnya.
Air mata Anwar tak terbendung ketika sang anak memegang pipinya. Nizam sempat meminta maaf sebanyak dua kali kepada ayahnya.
“Terus dia pegang pipi saya. Dia minta maaf ke saya. ‘Ayah maafin dedek ya’. Sampai dua kali dia minta maaf ke saya” terangnya, dalam podcast Denny Sumargo, seperti beritajateng.tv kutip pada 24 Februari 2026.
Momen tersebut menjadi kenangan terakhir yang terus terngiang dalam benaknya.
Sementara itu, sang istri berdalih bahwa luka melepuh pada tubuh Nizam akibat demam tinggi. Ia menyebut kondisi tersebut biasa terjadi saat panas berlebihan. Namun penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meyakinkan hati seorang ayah.
Keesokan harinya, Anwar membawa Nizam ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter yang menangani menyampaikan temuan yang mengejutkan.





