HeadlineJatengNews Update

Tiga Investor Besar Lirik Potensi Kota Semarang

×

Tiga Investor Besar Lirik Potensi Kota Semarang

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Widoyono.

Pemerintah Kota Semarang Berencana Membuat Perwal untuk Permudah Investasi

SEMARANG, 29/12 (BeritaJateng.tv) – Kota Semarang memiliki sejumlah potensi investasi yang bakal di maksimalkan. Sebut saja, dari sisi perdagangan, kontruksi, kesehatan pendidikan, ataupun perindustrian. Bahkan Ibu Kota Jateng, dilirik tiga investor besar yang akan menanamkan modalnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang menjelaskan jika pada tahun 2022 ini, sektor investasi terus mengalami kenaikan.

Misalnya sektor perdagangan yang naik 70 persen, perindustrian naik 32 persen, pariwisata 22 persen, kontruksi 11 persen dan kesehatan, pendidikan serta makanan juga turut mengalami peningkatan.

“Potensi investasi di Semarang sangat besar, kita dekat dengan Kawasan Industri Batang dan Kendal. Dimana ada tenaga ahli yang merupakan ekpatriat, memilih tinggal di Semarang,” katanya, Kamis (29/12).

Widoyono menjelaskan, para tenaga ahli ini melihat sektor hiburan, restoran, mall menjadi supporting kehidupan mereka. Sehingga sektor tersebut bisa dimanfaatkan oleh investor untuk menanamkan modalnya. Disamping itu, kebutuhan akan ruang pertemuan dan hotel di Semarang bagian barat diprediksi juga akan besar.

“Ini modal buat Semarang yang jadi potensi, serta bisa dimanfaatkan oleh para investor. Tentu dengan berbagai kemudahan perizinan yang kita berikan,” paparnya.

Untuk menarik investor, lanjut mantan Kepala Dinas Kesehatan ini, Pemkot Semarang akan membuat Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait investasi yang nantinya juga akan dibuat Peraturan Daerah (Perda). Perwal ini, lanjut dia, berisi tentang reduksi atau pengurangan pajak, fasilitasi akses jalan masuk dan penerangan, pendampingan penyelesaian masalah dan lainnya.

“Sekarang masih on going ya! Akan dibuat Perwal dulu, baru ke Perda. Apalagi kita punya kelebihan, punya bandara, pelabuhan, dan jalan tol dari segi aksesibilitas,” tambah dia.