Jateng

Tiga Kali Olah TKP Tewasnya Dosen Untag, Polisi Temukan Banyak Obat-obatan di Kamar Levi

×

Tiga Kali Olah TKP Tewasnya Dosen Untag, Polisi Temukan Banyak Obat-obatan di Kamar Levi

Sebarkan artikel ini
polda jateng
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Dwi Subagyo saat dijumpai di lobi Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 26 November 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Polda Jawa Tengah telah melakukan tiga kali olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap kasus kematian Dosen Untag Dwinanda Linchia Levi (35).

Adapun olah TKP berlangsung di Kostel Mimpi Inn sebanyak dua kali dan di mobil milik AKBP Basuki. Dari oleh TKP tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Dwi Subagyo menyebut kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan.

Dwi menuturkan, AKBP Basuki disangkakan pasal 359 terkait dengan kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya orang lain. Hal itu Dwi ungkap saat beritajateng.tv jumpai di lobi Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 26 November 2025 sore.

“Selasa kemarin kami telah melakukan kegiatan gelar perkara internal dan kami tingkatkan ke penyidikan. Kemudian unsur pasal yang kami kenakan adalah pasal 359 terkait dengan kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya orang lain,” ujar Dwi.

BACA JUGA: Jadi Saksi Kunci Kasus Kematian Dosen Untag Levi, AKBP Basuki Terancam PTDH

Polisi, kata Dwi, menemukan unsur pidana dalam kasus kematian Levi tersebut.

“Kita monitor, menganalisa berdasarkan hasil CCTV dan keterangan beberapa saksi, baik itu penjaga kostel maupun pihak RS, sehingga kami bisa menentukan ada dugaan pidana di situ. Ini yang telah kami perdalam, maka kami naikkan penyidikan untuk memperkuat alat-alat bukti,” sambungnya.

Kendati begitu, Dwi tak menjelaskan secara detail soal unsur kelalaian AKBP Basuki. Dwi menerangkan, unsur kelalaian AKBP Basuki ada pada saat ia berada di kostel hingga membawa jenazah Levi ke RS.

“Ada beberapa bagian [kelalaian], itu sedang kami dalami. Semua yang terkait dengan unsur kelalaian itu terkait pada saat dia berada di lokasi sampai dengan membawa korban ke rumah sakit,” terangnya.

Lebih jauh, Dwi menyebut pihaknya sudah mengumpulkan banyak bukti terkait kematian Levi.

“Sudah lumayan banyak [bukti], saat ini kami sedang mengirimkan sampel beberapa barang bukti ke Labfor untuk memperkuat semuanya. Apakah memang ada peristiwa pidana-pidana lain atau kita bisa menentukan apa penyebab kematiannya,” sambung dia.

Temukan banyak obat di kamar Levi, Dwi ungkap salah satunya untuk asam lambung

Hingga kini, Dwi menyebut pihaknya tengah menunggu hasil otopsi dari RSUP Dr. Kariadi.

“Sampai saat ini pihak dokter forensik RS Kariadi sedang mendalami ya, karena mereka juga sedang bekerja memenuhi terkait penyebab kematian korban itu apa saja. Bisa masalah patologinya, toksikologinya atau masalah lain,” jelasnya.

Namun, Dwi mengaku polisi menemukan banyak obat milik Levi di kamarnya. Salah satu yang ia tahu adalah obat asam lambung.

“Ada banyak obat, sudah kami dalami. Kalau setahu saya ada obat asam lambung ya. Tapi juga ada beberapa obat lain yang kami juga belum tahu. Maka kami juga kirimkan ke Labfor itu,” ucap Dwi.

BACA JUGA: Geledah Mobil AKBP Basuki, Polda Jateng Ungkap Bukti Baru Kasus Kematian Dosen Levi

Saat disinggung apakah ditemukan obat kuat atau perangsang pada kamar Levi, Dwi mengaku tak tahu pasti.

“Saya belum tahu obat perangsang yang mana,” pungkas Dwi. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp