“Yang jelas kami tidak takut dengan provinsi lain. Kami optimistis bisa berbicara banyak dan berbicara emas di Porwanas 2027 nanti,” tegas Budi.
Menjaga Konsistensi Latihan
Optimisme Jateng bukan tanpa alasan. Meski berstatus wartawan dengan kesibukan liputan yang padat, kebugaran para pemain tetap terjaga alami. Pasalnya, bulutangkis telah menjadi kebiasaan dari kehidupan mereka.
Melalui wadah Journalist Badminton Club (JBC), para pewarta rutin menepis bulu angsa setiap hari Selasa dan Jumat. Darjo mengatakan, pada 13-14 Oktober 2026 mendatang akan menghelat Kejuaraan Bulutangkis Antarmedia. Ini bakal menjadi rujukan seleksi pemain menuju Porwanas, khususnya di nomor bawah 35 tahun.
Soal membagi waktu antara tugas kewartawanan dan bulutangkis, baik Budi maupun Darjo kompak menjawab tidak ada masalah. Malahan, dalam beberapa momen, semangat bermain bulutangkis acap kali mengalahkan panggilan liputan.
Budi dan Darjo mengatakan, seluruh pemain yang berlaga memenuhi regulasi resmi Porwanas, seperti telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan mengantongi kartu anggota PWI aktif.
Pesan utama mereka kepada seluruh pemain menjelang Porwanas April 2027 di Lampung adalah menjaga kesehatan dan keselamatan. Bagaimanapun, ajang bulutangkis Porwanas adalah puncak kebahagiaan atlet jurnalis.
Dengan kombinasi latihan teratur, materi pemain mumpuni, dan filosofi bermain tanpa beban, Tim Bulutangkis PWI Jawa Tengah siap menyongsong Porwanas 2027 di Lampung untuk satu misi: Mempertahankan Tradisi Medali Emas!. (*)
Editor: Diaz A Abidin





