Jateng

Tim Pengabdian Masyarakat Udinus Berdayakan Masyarakat Desa Erorejo, Terapkan Industri Tematik Berbasis Smart Argo-Tourism

×

Tim Pengabdian Masyarakat Udinus Berdayakan Masyarakat Desa Erorejo, Terapkan Industri Tematik Berbasis Smart Argo-Tourism

Sebarkan artikel ini
tim pemberdayaan masyarakat UDINUS
Tim Pengabdian Masyarakat Udinus saat berdiskusi bersama masyarakat Desa Erorejo, Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. (HUMAS UDINUS)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tim pengabdian masyarakat Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menerapkan Industri Tematik berbasis Smart Argo-Tourism di Desa Erorejo, Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo.

Tim pengabdian masyarakat Udinus tersebut terdiri dari tiga dosen Fakultas Teknik (FT) Udinus. Mereka adalah Dr. Rindra Yusianto, Dr. Herwin Suprijono, Amalia, MT serta seorang dosen dari Universitas Semarang, Dr. Iswoyo.

Ketua Tim, Dr. Rindra Yusianto S.Kom, MT, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi nelayan air tawar berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Di sisi lain, selain unggul dalam area perikanan, lanjut Rindra, Desa Erorejo juga dikenal sebagai salah satu penghasil kopi arabika (Coffea arabica) dan kelapa (Cocos nucifera) terbaik di Indonesia.

Lebih jelas, Rindra menuturkan bahwa produksi kopi arabika di Desa Erorejo mencapai 120 kg per bulan. Sementara, produksi gula kelapa sebanyak 300 kg per bulan, dan nila merah sebanyak 300 kg per bulan. Namun, tantangan yang mereka hadapi adalah keterbatasan dalam pemasaran di Wonosobo dan Banjarengara.

“Pasca-pandemi COVID-19, muncul permasalahan kewilayahan yaitu pengadaan bahan baku kopi, kelapa dan pemasaran hasil ikan air tawar mengalami penurunan 30-35 persen. Hasil industri ini sebenarnya bisa menjadi produk unggulan tematik dengan nilai jual tinggi,” ujar Rindra dalam keterangannya, Rabu 6 September 2023.

BACA JUGA:Lantik 3.517 Mahasiswa Baru Angkatan 2023/2024, Rektor Udinus Ajak Mahasiswa Hasilkan Karya yang Inovatif

Rindra turut menyoroti potensi wisata Lubang Sewu sebagai faktor pendukung yang potensial untuk meningkatkan pemasaran produk-produk tersebut. Oleh karena itu, pengembangan industri tematik berbasis pertanian perkebunan unggulan desa memiliki prospek yang baik.

“Dari target kami untuk produksi komoditas kopi arabika dapat meningkat mencapai 240kg/bulan. Selain itu juga gula kelapa 400kg/bulan dan nila merah 450kg/bulan atau bahkan lebih. Kolaborasi antar dosen dan masyarakat menjadi langkah nyata untuk mencapai target-target yang telah disusun bersama,” terangnya.

Menggunakan Aplikasi Berbasis Android

Terkait teknis pengabdian, Rindra juga menjelaskan bahwa nantinya akan menggunakan Industri Tematik berbasis Smart Agro-Tourism. Yakni aplikasi yang dapat diunduh dan dijalankan melalui smartphone berbasis android.

Hingga saat ini, timnya telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan telah memulai pembangunan lapak pemancingan untuk Kelompok Nelayan Widoseger.

Sementara itu, Kepala Desa Erorejo, Wagino berharap perapan Industri Tematik Smart Agro-Tourism mampu mendongkrak ekonomi masyarakat di Desa Erorejo, Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo.

BACA JUGA:Udinus Siapkan 400 Mahasiswa Jadi Wirausaha Muda

“Inovasi yang di terapkan tim pengabdian masyarakat Udinus luar biasa. Kami harap semua rencana yang telah tersusun dapat berjalan baik dan sesuai rencana. Masyarakat pun medukung penuh penerapan ini,” tutupnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp