SEMARANG, beritajateng.tv – Tak banyak yang menyangka sosok Ketua Komisi III DPR RI, Bambang ‘Pacul’ Wuryanto, menjadi idola politikus lainnya, bahkan lawan politiknya sekali pun. Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Sudarayono, pun mengakui hal itu.
Tokoh yang masyhur sebagai tangan kanan Prabowo Subianto itu mengaku secara terang-terangan bahwa Bambang Pacul memberinya inspirasi dalam memenangkan Prabowo-Gibran di Jawa Tengah. Hal itu Sudaryono sampaikan dalam podcast Total Politik pada Sabtu, 9 Maret 2024.
“Saya sih jujur saja, Pak Bambang Pacul Ketua PDIP Jateng itu salah satu referensi kita bergerak juga, cara mereka bergerak itu kita jadikan referensi,” ungkap Sudaryono.
BACA JUGA: Prabowo-Gibran Menang di Jawa Tengah, Gerindra Akui Faktor Jokowi jadi Modal Utama
Bukan tanpa alasan bagi Sudaryono menjadikan PDIP sebagai guru dalam memenangkan Prabowo-Gibran di Jateng. Sebab, bagi Sudaryono, Jateng merupakan provinsi istimewa yang karakteristiknya tak provinsi lain miliki. Sehingga penting untuknya meniru bagaimana cara PDIP memenangkan wilayah itu selama bertahun-tahun.
“Kalau Jateng itu memang harus kita akui, partai tersuksesnya PDIP. Ngapain kita belajar dari partai yang sukses di provinsi lain? Kita belajar dari partai sukses di Jateng. Pak Bambang Pacul salah satu idolalah, aku idolakan beliau,” akunya.
Bahkan, tanpa dipantik sekali pun oleh kedua host Total Politik, Sudaryono menyebut nama Bambang Pacul terlebih dahulu.
Alasan Sudaryono idolakan Bambang Pacul
Lebih lanjut, ia pun membeberkan 3 alasannya mengapa menjadikan Bambang Pacul sebagai idola. Salah satunya ialah gaya tempur elektoral Bambang Pacul yang bagi Sudaryono menggunakan pendekatan saintifik.
“Pertama, scientific approach. Saya melihat beliau itu orang yang punya pendekatan saintifik, itu yang coba kita amati, tiru, modifikasi (ATM), tentu harus beda dong antara PDIP dan Gerindra,” jelasnya.
Selanjutnya, gaya khas Kstaria Jawa yang kerap menjadi branding Bambang Pacul pun turut menjadi alasan Sudaryono mengidolakan ‘Komandan’.
“Gaya njawani-nya itu. Orang Jawa itu memang gampang-gampang susah, bilang engga tapi maksudnya iya, bilang iya tapi maksudnya engga. Itulah alasan mengapa Orang Jawa saat pergi ke luar pulau, orang selalu penerimaannya baik, kepribadiannya membuat orang lain lebih mudah menerima,” ungkapnya.
BACA JUGA: Gerindra Jateng Klaim Tambah Kursi di Pileg 2024, Sudaryono: Tidak Menang tapi Naiknya Signifikan
“Gaya njawani [Bambang Pacul] itu untuk membina pasukan atau ngomong di publik. Style, leadership njawani itu,” sambung Sudaryono.
Terakhir, alasan ketiga mengapa Bambang Pacul menjadi idola Sudaryono ialah sedikitnya gimik di media sosial serta fokus pada pasukan di lapangan.
“Pak Pacul kan tidak banyak gimik sosmed di Twitter, ada tapi tidak banyak, tidak mendominiasi itu,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




