SEMARANG, beritajateng.tv – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Jawa Tengah berjalan lancar. Dari total peserta, sekitar 90,83 persen atau 405.025 siswa telah mengikuti ujian hingga gelombang II yang berakhir pada 6 November 2025.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib. Hanya sebagian kecil sekolah yang mengalami kendala teknis akibat faktor alam.
“TKA di Jawa Tengah itu berjalan lancar, hanya ada beberapa kendala. Misalkan kendala karena alam ya, listrik mati, internet mati. Dikarenakan apa? Contoh di Salatiga ada puting beliung, kemudian listrik mati, internet mati sehingga TKA nanti ikut susulan,” ujar Sadimin saat beritajateng.tv jumpai di Gradhika Bhakti Praja, Senin, 10 November 2025 sore.
Sadimin menyebut, pelaksanaan TKA susulan akan digelar pada 17–20 November 2025 untuk seluruh satuan pendidikan menengah. Adapun bagi peserta Paket C, PKPPS Ulya, dan yang sederajat, ujian susulan jadwal pada 22–23 November 2025.
“Nanti gelombang dua di sesi tiga yang tidak ikut, nanti susulan di 17 sampai 20 November ini. Jadi semuanya insyaallah aman terkendali,” tambahnya.
BACA JUGA: Kisah Srikandi Gojek Lidiah Riyanti, Pejuang Keluarga Lawan Beratnya Ujian Kehidupan
Selain akibat puting beliung di Salatiga, ada pula peserta dari beberapa sekolah lain yang harus mengikuti ujian susulan karena alasan tertentu. Di antaranya siswa yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di luar kota, mengikuti lomba di luar negeri, atau belum kembali ke sekolah.
“Ada yang [puting beliung] di Salatiga, ada satu dua di tempat lain karena ada kendala seperti dia sedang kegiatan PKL di luar kota. Kemudian ada yang belum pulang sehingga harus susulan. Misalkan ada yang lomba ke luar negeri, ya ini kan bisa susulan,” katanya.
Sadimin menegaskan, data peserta yang akan mengikuti ujian susulan masih dalam proses rekapitulasi oleh panitia.
“Sudah diinventarisir tapi belum selesai, belum selesai ini datanya. Kemarin yang ikut semuanya kan sekitar 90,83 persen, itu sekitar 405.025. Semua berjalan dengan baik, alhamdulillah tidak ada masalah, tidak ada kendala,” ujarnya.
Sadimin klaim nihil pelanggaran, sebut tak ada siswa di Jateng yang live TikTok saat ujian
Menanggapi viralnya video peserta TKA dari daerah lain yang membuat konten di media sosial, Sadimin memastikan hal itu tidak terjadi di Jawa Tengah. Menurutnya, sekolah-sekolah di provinsi ini telah menerapkan sistem pengawasan yang ketat.
“Kalau di Jawa Tengah kami pantau itu tertib. Jadi yang namanya siswa masuk, HP itu ditaruh, ada kotak yang untuk naruh HP. Tidak ada yang live TikTok, tidak ada yang mainan HP, semuanya fokus kepada komputer dalam mengerjakan soal itu. Di Jawa Tengah enggak ada masalah,” imbuhnya.
BACA JUGA: Banyak Sekolah Kekurangan Guru, Bupati Semarang: Tenaga Non-ASN di Dinas Pendidikan Bisa Jadi Solusi
Perihal partisipasi sekolah, Sadimin menjelaskan bahwa mayoritas satuan pendidikan di Jawa Tengah telah mengikuti TKA sesuai jadwal. Namun ada beberapa jenis sekolah yang memang tidak menjadi sasaran pelaksanaan ujian.
“Mayoritas sih ikut, karena ada juga yang tidak punya kelas 12, SLB, ya itu kan enggak ikut. Paket C tidak ada kelas 12-nya, tidak ikut. Sehingga total siswa tadi harusnya ya 100 persen, tapi karena ada yang sedang kegiatan atau tidak ingin melanjutkan, karena langsung kerja, ya itu tadi 90,83 tadi,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





