SEMARANG, beritajateng.tv – Menyambut Tri Suci Waisak 2567/2023, Umat Buddha di Vihara Tanah Putih Kota Semarang, menggelar tradisi pindapata. Dalam tradisi ini, para biksu dan Atthasilani berkeliling di sekitar Vihara untuk menerima bantuan dari umat Buddha.
Para biksu atau bhante mendapatkan makanan, minuman, dan obat-obatan sebagai kebutuhan sehari-hari melalui tradisi pindapata. Kegiatan derma ini ramai diikuti Umat Buddha di Vihara Tanah Putih Semarang.
Dengan membawa mangkuk besar, biksu berjalan kaki menghampiri umat dan mengumpulkan derma dari umat, baik berupa makanan, minuman, buah dan lain-lain.
Kepala Vihara Tanah Putih Semarang, Biksu Cattamano Mahathera mengatakan, pindapata adalah tradisi zaman Buddha, buddha memberikan kesempatan kepada umat untuk melakukan perbuatan baik dan umat merespon dengan berbuat baik.
“Kami memberi kesempatan para umat buddha untuk mempersembahkan dana makanan kepada pada Biksu. Itu akan melatih diri,” katanya.
Tujuan tradisi pindapata untuk memberikan kesempatan kepada umat untuk berbuat baik dengan berderma kepada biksu.
Selain untuk melestarikan tradisi Buddha, tradisi ini juga untuk memberikan kesempatan kepada umat agar berlatih mengembangkan sifat luhur, kedermawanan, amalan sesuai ajaran Buddha.
Tidak hanya itu, tradisi pindapata untuk membangkitkan solidaritas kebangsaan dan menumbuhkan rasa kekeluargaan. Bukan hanya antara umat Buddha dan para biksu, tetapi juga bisa terasa manfaatnya oleh warga masyarakat lainya.
Biksu Cattamano berharap dengan Perayaan Tri Suci Waisak 2567/2022, semua umat Buddha dan seluruh umat lainya, semakin mempunyai keteguhan hati. Selain itu, bisa memperkokoh moral dan bisa menciptakan kedamaian. Tidak untuk diri sendiri tetapi kedamaian untuk semua umat beragama (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





