Olahraga

Tragedi Atlet Selam di Porprov Jateng, Tim Medis hingga Prosedur Darurat Perlu Dievaluasi

×

Tragedi Atlet Selam di Porprov Jateng, Tim Medis hingga Prosedur Darurat Perlu Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Tragedi Atlet Selam di Porprov Jateng, Tim Medis hingga Prosedur Darurat Perlu Dievaluasi
Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Andrarasmara. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Meninggalnya atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, saat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 di Semarang menjadi perhatian serius terhadap aspek keselamatan atlet.

Evaluasi kesiapan fisik, pengawasan kesehatan, hingga pengaturan beban pertandingan sangat penting untuk mencegah risiko selama kompetisi.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya atlet selam Syabilla saat Porprov.

Dia berharap peristiwa tersebut menjadi momentum bagi penyelenggara dan seluruh cabang olahraga untuk mengevaluasi pelaksanaan pertandingan, terutama terkait perlindungan keselamatan atlet.

BACA JUGA: Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja Meninggal Saat Berlaga di Porprov Jateng 2026 

“Terkait meninggalnya atlet selam Jepara, tentunya kami dari KONI Kota Semarang turut berduka cita. Harapannya, ke depan ada evaluasi menyeluruh. Kami juga telah menyiapkan prosedur dan fasilitas pendukung, termasuk tim medis di lokasi pertandingan,” ujar Arnaz.

Menurut Arnaz, keselamatan atlet harus menjadi prioritas selama Porprov berlangsung. Persiapan pertandingan tidak cukup hanya berfokus pada venue dan target medali. Tetapi juga perlu memperhatikan kondisi fisik atlet serta kesiapan penanganan medis ketika terjadi keadaan darurat.

Evaluasi Kesehatan dan Beban Pertandingan Atlet

Arnaz mengungkapkan, berdasarkan informasi yang pihaknya terima, Syabilla sebelumnya telah meraih dua medali emas.

Capaian tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kondisi kesehatan atlet.

Ia menilai, padatnya agenda pertandingan berpotensi menguras tenaga, terutama bagi atlet yang mengikuti lebih dari satu nomor.

Karena itu, pengaturan jadwal, waktu pemulihan, dan pemantauan kondisi fisik perlu menjadi bagian penting dalam evaluasi keselamatan.

“Cuaca kali ini cukup panas dan menguras tenaga atlet. Ini menjadi kewaspadaan kita semua. Keselamatan atlet harus menjadi perhatian, mulai dari kondisi kesehatan, kesiapan fisik, hingga beban pertandingan yang mereka jalani,” jelasnya.

Meski demikian, penyebab meninggalnya Syabilla tidak dapat di simpulkan hanya dari kondisi cuaca atau kelelahan. Penetapan penyebab kejadian memerlukan informasi medis dan hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

Evaluasi juga perlu mempertimbangkan karakteristik setiap cabang olahraga. Atlet selam, misalnya, menghadapi risiko dan tuntutan keselamatan yang berbeda dari atlet yang bertanding di arena terbuka.

Oleh karena itu, prosedur medis dan keselamatan perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing cabang.

KONI Kota Semarang telah menyiapkan dukungan kesehatan untuk membantu pelaksanaan Porprov XVII Jateng 2026. Salah satunya melalui kerja sama dengan sekitar lima hingga enam rumah sakit untuk mendukung penanganan medis di sekitar lokasi pertandingan.

Selain fasilitas kesehatan, KONI Kota Semarang juga menyebut atlet, pelatih, dan ofisial yang tergabung dalam Program Semarang Emas (PSE) telah mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama masa program satu tahun.

Namun, perlindungan jaminan sosial dan ketersediaan rumah sakit perlu diimbangi dengan kesiapan respons darurat di setiap venue. Kejelasan alur evakuasi, akses menuju fasilitas

kesehatan, serta kesiapan petugas menangani kondisi kritis menjadi aspek yang perlu dipastikan dalam evaluasi.

Arnaz mengatakan, KONI Kota Semarang juga menerjunkan tim monitoring di sejumlah wilayah tuan rumah dan venue pertandingan.

Tim tersebut bertugas memantau pelaksanaan kompetisi, termasuk kondisi lapangan dan berbagai kendala yang membutuhkan koordinasi dengan pihak terkait.

Pemantauan itu tidak hanya menyasar atlet Kota Semarang, tetapi juga membantu KONI Jawa Tengah mengawasi jalannya Porprov secara keseluruhan.

Imbau Atlet Tak Paksakan Diri

Di tengah cuaca panas dan jadwal pertandingan yang padat, Arnaz meminta atlet menjaga kebugaran serta tidak mengabaikan kebutuhan istirahat.

Dia mengingatkan bahwa pemulihan fisik menjadi bagian penting dari persiapan sebelum atlet kembali bertanding.

“Pesan saya, atlet harus menjaga kondisi. Kalau memang waktunya istirahat, manfaatkan untuk beristirahat. Makanan yang panitia sediakan  juga harus di konsumsi dengan baik agar kebutuhan gizi terpenuhi,” katanya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp