Viral

Tragis! 12 Tahun Menikah, Wanita Ini Depresi Gegara Ditulari Virus Kelamin Hingga Depresi

×

Tragis! 12 Tahun Menikah, Wanita Ini Depresi Gegara Ditulari Virus Kelamin Hingga Depresi

Sebarkan artikel ini
Mita, istri sekaligus ibu satu anak yang mengaku depresi karena ketularan virus kelamin HPV oleh suaminya. (Denny Sumargo/beritajateng.tv)
Mita, istri sekaligus ibu satu anak yang mengaku depresi karena ketularan virus kelamin HPV oleh suaminya. (Denny Sumargo/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Kisah pilu datang dari seorang wanita bernama Mita yang mengungkap pengalaman pahit rumah tangganya setelah 12 tahun menikah. Harapan membangun keluarga bahagia justru berubah menjadi trauma mendalam setelah ia mengaku tertular HPV dari sang suami hingga berujung depresi berat.

Mita membagikan kisahnya dalam perbincangan bersama Denny Sumargo yang tayang pada Jumat, 10 April 2026.

Cerita tersebut langsung menyita perhatian publik karena memuat dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, hingga masalah kesehatan serius.

Perjuangan Punya Anak Berujung Luka

Setelah lima tahun menikah tanpa keturunan, Mita dan suaminya memutuskan menjalani program bayi tabung di Bandung. Usaha itu berhasil dan mereka dikaruniai seorang anak perempuan, Yaya (nama samaran).

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Saat Mita hamil enam bulan pada 2020, sikap suaminya mulai berubah drastis. Ia menjadi kasar secara verbal, emosional, bahkan menjauh secara fisik.

BACA JUGA: Psikolog soal Kasus Siswi SD Gantung Diri di Demak: Anak Bisa Tampak Baik-baik Saja Meski Depresi

Mita kemudian menemukan bukti dugaan perselingkuhan di ponsel suaminya. Saat mencoba menyimpan bukti tersebut, ia mengaku mengalami kekerasan fisik.

“Saya ditindih, dicekik… anak saya sampai bangun dan menangis melihat itu,” ungkapnya, seperti beritajateng.tv kutip dari YouTube Denny Sumargo, 10 April 2026.

Peristiwa tersebut bahkan anaknya, Yaya (nama samaran), saksikan secara langsung.  Saat itu Yaya masih berusia sekitar 1,5 tahun.

Meski mengalami kekerasan, Mita mengaku sulit mendapatkan dukungan dari keluarga. Sosok suaminya dikenal religius di lingkungan sekitar, sehingga banyak pihak tidak percaya dengan pengakuannya.

Ia sempat ingin berpisah, namun keluarganya meminta untuk bertahan. Akibatnya, Mita tetap menjalani pernikahan meski mengalami tekanan mental dan fisik.

Dugaan Tertular HPV hingga Risiko Kanker Serviks

Masalah semakin kompleks ketika pada 2021, Mita menemukan gejala berupa kutil di area sensitif. Ia kemudian mengetahui bahwa itu merupakan tanda infeksi HPV.

Infeksi HPV sendiri dikenal sebagai salah satu penyebab utama kanker serviks pada perempuan.

“Selnya sudah ada di mulut rahim, jadi berisiko menjadi kanker,” jelasnya.

Namun, Mita mengaku tidak mendapat dukungan dari suaminya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ia bahkan mengalami tekanan psikologis, termasuk di fitnah di depan keluarga terkait masalah keuangan rumah tangga.

Depresi Berat Sejak 2021

Tekanan yang terus berlangsung membuat kondisi mental Mita semakin memburuk. Ia mengaku mengalami depresi berat sejak 2021.

Menurut keterangan psikolog yang menanganinya, suami Mita diduga memiliki kecenderungan Narcissistic Personality Disorder (NPD), yang sering dikaitkan dengan perilaku manipulatif dan kurang empati dalam hubungan.

BACA JUGA: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Masiswa HMI Unissula Masih Tahap Klarifikasi, Polda Jateng Periksa Saksi

Mita mengaku telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib di Karawang, Jawa Barat. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp