Ekbis

Tukar Botol Plastik Jadi Cuan, Inovasi Hijau Pertamina Lewat RVM

×

Tukar Botol Plastik Jadi Cuan, Inovasi Hijau Pertamina Lewat RVM

Sebarkan artikel ini
Tukar Botol Plastik Jadi Cuan, Inovasi Hijau Pertamina Lewat RVM
Antrean masyarakat yang antusias menggunakan mesin RVM ( Reverse Vending Machine) atau mesin penukar botol di area SPBU Sultan Agung Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Di bawah terik matahari siang, sebuah mesin berbentuk persegi panjang di sudut area SPBU Sultan Agung, Semarang, tampak tak pernah sepi.

Warga datang silih berganti membawa kantong berisi botol plastik bekas. Mesin itu dikenal sebagai Reverse Vending Machine (RVM), inovasi milik Pertamina yang memungkinkan masyarakat menukar botol plastik menjadi poin bernilai uang elektronik.

Joko Supriyono, warga Kaliwiru yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online, tampak akrab dengan mesin tersebut.

Sore itu ia membawa dua kantong besar berisi ratusan botol plastik. Dengan sabar, Joko memasukkan botol demi botol ke dalam mesin.

BACA JUGA: Semangat Ibu-ibu PKK Semarang Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah Lewat U-Collect Pertamina

Matanya sesekali menatap layar kecil di RVM yang menampilkan jumlah botol yang berhasil terhitung. Setelah semuanya masuk, ia memindai kode QR menggunakan aplikasi di ponselnya untuk menukar poin menjadi saldo e-wallet.

“Barusan sekitar 270 botol. Dapat poin yang bisa ditukar ke e-wallet,” ujarnya sambil tersenyum, Rabu, 8 Oktober 2025.

Sejak mesin itu hadir di SPBU Sultan Agung, Joko rutin menyetorkan botol plastik. Total sudah lebih dari 4.500 botol ia kumpulkan, dengan saldo sekitar Rp175 ribu yang masuk ke akun e-wallet miliknya.

Meski nominalnya tidak besar, ia mengaku bangga bisa ikut menjaga lingkungan. “Selain dapat tambahan uang, ini juga buat jaga bumi. Jangan sampai anak cucu kita hidup di lingkungan penuh sampah,” ucapnya.

Cerita serupa datang dari Monika Elen, mahasiswi berusia 21 tahun asal Semarang.

Di tengah kesibukan kuliah, ia menyempatkan diri sebulan sekali mengumpulkan botol bekas di kampus dan sekitar tempat tinggalnya. Botol-botol itu lalu ia setor ke RVM di SPBU Sultan Agung.

“Biasanya saya kumpulkan dulu, lalu setor ke sini. Kadang mesinnya penuh karena banyak yang pakai,” tuturnya sambil menenteng kantong botol plastik.

Bagi Monika, hasil dari setoran itu memang tidak banyak, tapi cukup menambah uang jajan dan menumbuhkan kebiasaan positif. “Rasanya lega bisa bantu bersihin lingkungan. Dapat uangnya bonus,” tambahnya.

RVM sendiri merupakan inovasi Pertamina dalam mendukung ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah plastik. Melalui mesin ini, masyarakat diajak memilah dan menukar botol plastik yang bisa didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi.

Dari Sampah Botol Jadi Harapan Baru

Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan bahwa inovasi RVM merupakan bagian dari gerakan Pertamina mengajak masyarakat berkontribusi langsung dalam menjaga lingkungan.

“Inisiatif ini bukan sekadar mengelola limbah, tapi membangun ekonomi hijau yang inklusif,” ujarnya.

Selain RVM, Pertamina juga meluncurkan program U-Collect yang fokus pada pengumpulan minyak jelantah. Minyak bekas itu kemudian diolah menjadi bahan bakar avtur berkelanjutan, atau Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), di Kilang Pertamina Internasional Cilacap, satu-satunya fasilitas pengolahan SAF di Indonesia.

Sementara itu, botol plastik yang dikumpulkan melalui RVM telah memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

Berdasarkan data hingga 25 September 2025, RVM di SPBU Akpol Jalan Sisingamangaraja Semarang telah mengumpulkan 726 kilogram plastik, setara dengan 38.838 botol.

Sebanyak 458 warga terlibat aktif dengan total 2.100 transaksi. Hasilnya, jejak karbon berhasil dikurangi hingga 3,8 juta gram, serta mencegah penumpukan sampah di area seluas lebih dari 600 meter persegi.

Menurut Taufiq, program RVM dan U-Collect menjadi langkah konkret Pertamina dalam mendukung target net zero emission (NZE) 2060. Namun, upaya ini tak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, Pertamina menggandeng berbagai pihak seperti PKK Kota Semarang, karang taruna, dan komunitas peduli lingkungan untuk turut serta dalam gerakan ini.

“Pertamina tidak bisa berjalan sendiri. Kami ingin membangun budaya baru—bahwa gaya hidup ramah lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menukar botol atau mengumpulkan minyak jelantah,” tegasnya.

Inovasi RVM bukan hanya memberikan solusi pengelolaan sampah, tapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah plastik. Kini, botol bekas bukan lagi sekadar sampah, melainkan sumber nilai ekonomi dan kebanggaan karena turut menyelamatkan bumi.

Bagi warga seperti Joko dan Monika, mesin itu bukan sekadar alat tukar, tetapi simbol harapan bahwa setiap botol plastik yang dikumpulkan berarti satu langkah kecil menuju masa depan yang lebih bersih. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp