SEMARANG, beritajateng.tv – Demonstarasi yang tertuju kepada MPR/DPR kini semakin meluas usai terjadinya peristiwa tragis yang menimpa pengemudi Ojol ojek online.
Sebagaimana yang kita tahu pada Jumat 29 Agsustus kemarin terjadi kerusuhan yang begitu hebat antara pada pendemo dan aparat.
Usai dari peristiwa tersebut ramai di media sosial tayangan para pendemo yang kompak melakukan aksi.
Namun dibalik aksi yang terlihat kompak tersebut, ternyata ada kisah haru yang cukup menyedihkan dari salah satu keluarga ojol.
Beredar di salah satu media sosial intagram sebuah video ojol yang menghentikan pengemudi ojek online lainnya saat sedang mengantarkan penumpang.
BACA JUGA: Aksi Demontrasi Berlangsung Ricuh, Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas
Dalam postingan tersebut, ojol yang sedang mengantarkan penumpang kini dipaksa untuk menurunkannya dan merapat ikut dalam kegiatan aksi demo.
Cerita Haru Salah Satu Keluarga Ojol yang Terpaksa Ikut Demo
Postingan ini sontak mencuri banyak perhatian warganet lantaran terkesan memaksa sedangkan ojol tersebut sedang berusahan mencari nafkah untuk keluarganya.
Ada salah satu komentar dari salah satu warganet yang kebetulan suaminya juga bekerja sebagai ojol.
Suami ku jg pernah ngalamin begini, padahal saat itu keuangan kami kacau balau bgtt, di kantong benar2 Cuma 5 rb, eh pas suami mutusin untuk ttp narik di tengah2 ojol pada demo, eh malah suamiku di intimidasi sama bbrp oknum ojol, dri di tembak akun ojol suamiku pake orderan fiktif berkali2. Sampek suami ku di intilin bbrp oknum ojol pas pulag ke rumah. Malam itu bnr2 cm bisa nangis berduaan sama suami, sambil berkali2 suamiku ngomong maaf krn plg gk bisa bawa uang.
Tak hanya itu, para netizen lainnya juga ikut berkomentar memberikan tanggapan atas video yang beredar tersebut.
Ada yang sangat menyayangkan aksi demo yang tengah berlangsung harus mengorbankan para pencari nafkah keluarga lantaran meninggalkan pekerjaannya sebagi pengemudi gojek online.
Sampai saat ini demo terus berlangsung secara bertahap hingga masyarakat mendapatkan keadilan dan hak yang mereka inginkan.
Demonstrasi ini tak hanya berlangsung di daerah Jakarta tetapi ujga di Kota Bandung.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, massa demonstran yang terdiri dari mahasiswa, pengemudi ojek online, serta warga umum memadati kawasan sekitar Gedung DPRD Jawa Barat.
BACA JUGA: Affan Kurniawan Tewas, Ratusan Driver Ojol Salatiga Gelar Doa Bersama
Reaksi Pihak Keamanan
Pihak keamanan telah memasang kawat berduri di pagar gerbang tinggi DPRD guna mencegah massa yang mulai tidak terkendali.
Terjadi insiden saling dorong dan pelemparan antara pengunjuk rasa dan aparat.
Aksi serupa juga berlangsung di Surabaya. Ribuan demonstran dilaporkan berkumpul di depan Gedung Grahadi.
Sekitar pukul 14.35 WIB, massa yang sebelumnya berada di Taman Apsari mulai bergerak menuju gerbang Gedung Grahadi dan memblokade Jalan Gubernur Suryo.
Situasi memanas dengan adanya aksi pembakaran, yang membuat aparat harus menembakkan water cannon untuk membubarkan massa. (*)





