SEMARANG, beritajateng.tv – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-78 Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, ratusan kader PDIP se-Jawa Tengah melakukan aksi kemandirian atau ketahanan pangan 10 bahan pokok pendamping beras.
Bendahara DPD PDIP Jawa Tengah, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyebut aksi ketahanan pangan itu bukan hanya dengan cara menanam bibit, melainkan kader PDIP di Jawa Tengah turut mendampingi usaha bersama kelompok tani.
Dalam jumpa pers yang berlangsung di Panti Marhaen, Kota Semarang, Kamis, 23 Januari 2025, Agustina menyebut 10 bahan pokok pendamping nasi itu ialah jagung, porang, ubi, talas, ketela, pisang, sukun, sorgum, sagu, dan hanjeli.
“Menurut ketua panitia, belum ada yang menanam sagu dan hanjeli. Sebetulnya hanjeli tumbuh di Temanggung, kalau sagu belum ada laporan di kami, entah di Jawa Tengah bisa tumbuh atau tidak,” tutur Agustina.
BACA JUGA: Dukung Ketahanan Pangan, PDIP Kabupaten Semarang Lakukan Program Penanaman Tanaman Pengganti Beras
Kendati begitu, Agustina menekankan bahwa bahan pokok pendamping beras yang kader PDIP se-Jawa Tengah tanam itu bermanfaat dan memang masyarakat sekitar butuhkan.
Agustina menuturkan, ada 499 orang yang ikut kontes tersebut. Ia merinci, 32 dari DPRD Provinsi Jawa Tengah, 436 DPRD kabupaten/kota, dan 23 kepala daerah terpilih dan petahana.
Ia menegaskan, kado yang diberikan untuk Megawati itu bukan hanya sampai menanam bibit saja, melainkan sifatnya berkelanjutan. Sebab, kata Agustina, seluruh kader PDIP Jawa Tengah ingin mewujudkan impian Megawati untuk menciptakan ketahanan pangan.
“Kami akan terus mengawal, sampai panen pun harus buat video baru. Kalau yang bergerak di penyediaan benih harus didorong buat cari benih unggul. Intinya adalah kami semuanya ingin memberikan persembahan kepada Ibu Ketum bahwa kader yang menjadi petugas partai di Jateng ini memahami keinginan Ibu, khususnya mengenai kemandirian pangan,” tegas Agustina.
Panjatkan doa agar sehat dan panjang umur, Agustina ingin Megawati terus pimpin PDIP
Usai jumpa pers, Agustina berharap di usia yang ke-78, Megawati tetap bersedia memimpin PDIP serta seluruh kader di Jawa Tengah. Agustina pun berdoa untuk Megawati, yang memasuki usia renta, agar senantiasa sehat.
“Kami ini anak-anak yang agak lucu, mungkin kadang perintah Ibu ke mana, kami malah ke mana. Kami juga berdoa Bu Mega selalu kuat menghadapi partai yang sangat besar ini. Dan kami terus berdoa mudah-mudahan beliau mendapat ketegaran dalam menghadapi getaran dan ombak yang menjadi tantangan Indonesia ke depan,” ucap Agustin kepada beritajateng.tv.
Lebih lanjut, kontes 10 bahan pokok pendamping beras ini juga sebagai wujud bahwa Megawati konsisten menciptakan ketahanan pangan di Indonesia.
BACA JUGA: Gagal Jadi Bupati Tegal, Bima Sakti Kini Pilih Jadi Tukang Cukur
“Hari ini kami sebagai anak-anaknya ingin menunjukkan kalau Ibu ini kepengin bahwa kami itu concern terhadap pangan. Ada yang menanam, ada yang menyiapkan benih, bahwa selama ini ada yang menjalankan kegiatan sampai panen. Kalau gak ada rilisan video kan gak terdeteksi,” jelas Agustina.
Cita-cita Megawati untuk mewujudkan ketahanan pangan tampak serupa dengan program Presiden RI Prabowo Subianto soal swasembada pangan. Kendati serupa, Agustina menyebut fokus ketahanan pangan ini sudah menjadi fokus PDIP sejak awal terbentuknya partai.
“Secara politis pasti akan melihatnya seperti itu. Tapi kalau lihat platformnya PDIP sejak jadi partai [pada tahun] 1973, ini jadi kewajiban. Setiap tahun ada kok proses-proses memperhatikan ketahanan pangan khususnya 10 pangan pendamping beras itu. Kalau publik melihat seperti itu [hal politis], itu adalah pandangan publik ke PDIP dan itu sah,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




