Kebut Sebelum Hujan, Libatkan Alat Berat dan Warga Sekitar Jalur Batang-Semarang
Proses penanganan berlangsung secara cepat karena adanya prediksi cuaca dari BMKG yang memperkirakan hujan kembali turun pada sore hari.
“Kendalanya pada saat itu kan prediksi BMKG kejadian untuk angin kencang tersebut terjadi di Rabu dan Kamis sore. Jadi pada saat kami harus harus segera mungkin sebelum sore hari itu kami sudah clear dan betul sore harinya pun kembali hujan. Jadi kami berupaya sebelum sore hari sudah tuntas,” ungkapnya.
Dalam proses pembersihan, BBPJN menurunkan sejumlah alat berat serta melibatkan tenaga padat karya dan warga sekitar.
“Demikian kami menurunkan satu wheel loader, kemudian dua dump truck, kemudian satu alat extra loader JCB, yang empat ekstra belakangnya loader itu juga kami turunkan,” jelasnya.
BACA JUGA: Genjot Investasi, Pemprov Jateng Siap Pasok Energi Terbarukan di Kawasan Industri Batang
Karena sebagian pohon jati yang tumbang merupakan milik Perhutani, penanganan juga berlangsung secara koordinatif.
“Ini juga sudah berkoordinasi dengan Perhutani juga sudah standby alat kemudian terkait pohon-pohon yang masih besar-besar itu memang asetnya Perhutani, jadi kami tidak bisa nanti akan menggeser perhutani. Kami hanya membersihkan ranting-ranting dedaunan agar lalu lintas normal,” ungkapnya.
Selain petugas, warga setempat juga ikut membantu proses pembersihan. “Kemudian kami juga di sini memiliki tenaga padat karya. Warga setempat, warga Batang, membantu tenaga padat karya kami untuk sama-sama membersihkan lokasi tersebut,” katanya.
Dengan penanganan tersebut, jalur Pantura Batang-Semarang kini kembali lancar dan siap pemudik lalui. Termasuk di kawasan Alas Roban yang masyhur sebagai salah satu titik rawan pohon tumbang saat cuaca ekstrem. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





