“Kami tidak pernah meminta ganti rugi kepada konsumen atas penggunaan fasilitas seperti APAR dalam kondisi darurat. Itu bagian dari respons kemanusiaan,” tegas Taufiq pada Sabtu, 4 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa operator harus menjalankan prosedur keselamatan terlebih dahulu, yakni memastikan area dispenser aman sebelum berlari membawa alat pemadam menuju titik api.
Evaluasi Keselamatan Kendaraan di Fasilitas Publik
Pertamina menekankan bahwa pandangan operator saat kejadian sempat tertutup oleh mobil lain yang sedang isi bensin. Hal inilah yang membuat respons petugas tidak seketika terlihat oleh pemilik motor yang sedang panik.
Pihak pengelola memastikan bahwa seluruh operator SPBU Sriwijaya Semarang telah terbekali pelatihan pemadaman api secara profesional untuk menangani situasi darurat di area berisiko tinggi.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kondisi kelaikan kendaraan, terutama aspek kelistrikan, sebelum melakukan pengisian bahan bakar.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa tidak semua kendala mesin berkaitan dengan jenis BBM, melainkan faktor pemeliharaan komponen kendaraan itu sendiri.
BACA JUGA: Polisi Selidiki Insiden Kebakaran di PT Macroprima Panganutama, Enam Korban Luka Bakar
“Penting bagi pengguna untuk memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem kelistrikan dan komponen lainnya,” pungkas Taufiq.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait laporan dari pemilik motor tersebut.
Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan hospitality dan respons cepat di setiap unit SPBU guna menjamin keamanan serta kenyamanan konsumen.
Kejadian di SPBU Sriwijaya Semarang ini harapannya menjadi evaluasi bersama bagi pengelola fasilitas publik maupun pengguna kendaraan bermotor. (*)





