Jateng

Viral Persoalan Limbah, Pemilik Warung Bakso Banyumanik Semarang Akui Kehilangan Banyak Pembeli

×

Viral Persoalan Limbah, Pemilik Warung Bakso Banyumanik Semarang Akui Kehilangan Banyak Pembeli

Sebarkan artikel ini
Suasana warung bakso di Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang, yang nampak lengang pembeli usai viral di media sosial, Sabtu, 7 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Suasana warung bakso di Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang, yang nampak lengang pembeli usai viral di media sosial, Sabtu, 7 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Di tengah penurunan omzet, Usman juga mengaku mulai membenahi pengelolaan limbah warungnya. Setelah mendapatkan penyuluhan dari sejumlah pihak, dia kini menampung air sisa pengolahan bakso dan telah membeli perangkat grease trap.

Sebelumnya, dia mengatakan telah melakukan penyaringan terhadap sisa makanan dan lemak sebelum air limbah diolah menggunakan mikroba anti bau.

“Yang sekarang sudah kita tampung. Grease trap juga sudah beli, tetapi belum sempat dipasang karena baru datang,” katanya.

BACA JUGA: Viral Warung Bakso Buang Kuah ke Got, Agustina Minta Pengawasan Limbah PKL Diperketat

Usman berharap perubahan yang dia lakukan dapat menjadi langkah perbaikan sekaligus membuat masyarakat kembali percaya untuk membeli bakso di warungnya.

Dia pun berharap jumlah pembeli dan omzet penjualan bisa kembali meningkat seperti sebelum persoalan tersebut mencuat.

“Semoga nanti bisa naik lagi,” kata dia berharap.

Viral di Media Sosial saat Buang Limbah Kuah Bakso

Sebelumnya, video perselisihan antara warga dan pemilik warung bakso terkait pembuangan limbah ke selokan di kawasan Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang, viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, seorang warga terlihat memprotes aktivitas pembuangan limbah warung bakso yang berada di dekat rumahnya.

Adu argumen kemudian terjadi ketika warga meminta agar limbah tidak dibuang sembarangan karena menimbulkan bau tidak sedap.

BACA JUGA: Viral Limbah Bakso, Balai Kemenperin Sarankan Pemkot Semarang Buat IPAL Komunal

Pemilik rumah, Rina, mengatakan persoalan tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan keberatan, tetapi aktivitas pembuangan limbah masih terus terjadi.

“Awalnya saya tidak masalah dengan adanya usaha di dekat rumah. Cuma yang bikin resah adalah setiap malam harus mencium aroma yang tidak sehat dan tidak sedap dari got di depan rumah,” kata Rina saat ditemui, Rabu, 4 November 2026.

“Intinya saya hanya meminta bagaimana caranya agar mereka membuang limbah tidak meresahkan dan merugikan orang lain,” ucapnya.

DLH Kota Semarang Sarankan Pembuatan Sumur Resapan