Jateng

Viral Persoalan Limbah, Pemilik Warung Bakso Banyumanik Semarang Akui Kehilangan Banyak Pembeli

×

Viral Persoalan Limbah, Pemilik Warung Bakso Banyumanik Semarang Akui Kehilangan Banyak Pembeli

Sebarkan artikel ini
Suasana warung bakso di Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang, yang nampak lengang pembeli usai viral di media sosial, Sabtu, 7 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Suasana warung bakso di Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang, yang nampak lengang pembeli usai viral di media sosial, Sabtu, 7 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Persoalan pembuangan limbah kuah bakso yang sempat viral di media sosial turut berdampak terhadap aktivitas usaha warung bakso milik Usman (53) di kawasan Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang.

Usman mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli sejak persoalan tersebut menjadi perhatian publik. Bahkan, jumlah porsi bakso yang terjual setiap hari kini dia sebut merosot lebih dari separuh berbanding kondisi sebelumnya.

Jika sebelumnya warung tersebut mampu menjual sekitar 150 porsi dalam sehari, maka kini penjualannya hanya sekitar 50 porsi.

“Kalau dulu paling tidak 150 porsi. Sekarang sehari 50 porsi ya sekitar segitu lah. Turunnya lebih dari setengah,” kata Usman kepada beritajateng.tv di warungnya, Sabtu, 7 November 2026.

Meski mengalami penurunan penjualan, dia mengaku masih bersyukur karena warungnya tetap pembeli datangi. Terutama saat waktu makan siang.

Pembeli Masih Datang, Penjualan Belum Pulih

Usman mengatakan, aktivitas warung sebenarnya masih berjalan. Sejumlah pelanggan tetap datang, meskipun jumlahnya tidak seramai sebelum persoalan limbah tersebut mencuat.

Menurutnya, pembeli biasanya mulai berdatangan sejak pukul 10.00 hingga 10.30 WIB.

“Ya, terus terang omzet turun. Tapi Alhamdulillah masih ada yang datang, sekadar makan siang atau yang lainnya masih ada,” katanya.

BACA JUGA: Warga yang Viral di Video Limbah Bakso Banyumanik Buka Suara soal Kronologi Adu Mulut

Pantauan beritajateng.tv sekitar pukul 11.30 WIB warung juga masih terlihat sepi. Ada satu pembeli yang datang. Kemudian, baru ada dua pembeli lagi yang singgah.

Usman berharap kondisi penjualan perlahan kembali membaik. Usman juga menyadari adanya perbedaan pendapat di tengah masyarakat terkait persoalan yang terjadi di warungnya.

Jika ada pelanggan yang bertanya mengenai persoalan tersebut, maka dia mengaku berusaha memberikan penjelasan secara langsung.

“Kalau ada yang tanya, saya jelaskan. Namanya orang, punya pendapat masing-masing. Ada yang begini, ada yang begitu,” katanya.

Mulai Benahi Pengelolaan Limbah

Di tengah penurunan omzet, Usman juga mengaku mulai membenahi pengelolaan limbah warungnya. Setelah mendapatkan penyuluhan dari sejumlah pihak, dia kini menampung air sisa pengolahan bakso dan telah membeli perangkat grease trap.

Sebelumnya, dia mengatakan telah melakukan penyaringan terhadap sisa makanan dan lemak sebelum air limbah diolah menggunakan mikroba anti bau.

“Yang sekarang sudah kita tampung. Grease trap juga sudah beli, tetapi belum sempat dipasang karena baru datang,” katanya.

BACA JUGA: Viral Warung Bakso Buang Kuah ke Got, Agustina Minta Pengawasan Limbah PKL Diperketat

Usman berharap perubahan yang dia lakukan dapat menjadi langkah perbaikan sekaligus membuat masyarakat kembali percaya untuk membeli bakso di warungnya.

Dia pun berharap jumlah pembeli dan omzet penjualan bisa kembali meningkat seperti sebelum persoalan tersebut mencuat.

“Semoga nanti bisa naik lagi,” kata dia berharap.

Viral di Media Sosial saat Buang Limbah Kuah Bakso

Sebelumnya, video perselisihan antara warga dan pemilik warung bakso terkait pembuangan limbah ke selokan di kawasan Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang, viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, seorang warga terlihat memprotes aktivitas pembuangan limbah warung bakso yang berada di dekat rumahnya.

Adu argumen kemudian terjadi ketika warga meminta agar limbah tidak dibuang sembarangan karena menimbulkan bau tidak sedap.

BACA JUGA: Viral Limbah Bakso, Balai Kemenperin Sarankan Pemkot Semarang Buat IPAL Komunal

Pemilik rumah, Rina, mengatakan persoalan tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan keberatan, tetapi aktivitas pembuangan limbah masih terus terjadi.

“Awalnya saya tidak masalah dengan adanya usaha di dekat rumah. Cuma yang bikin resah adalah setiap malam harus mencium aroma yang tidak sehat dan tidak sedap dari got di depan rumah,” kata Rina saat ditemui, Rabu, 4 November 2026.

“Intinya saya hanya meminta bagaimana caranya agar mereka membuang limbah tidak meresahkan dan merugikan orang lain,” ucapnya.

DLH Kota Semarang Sarankan Pembuatan Sumur Resapan

Setelah kejadian tersebut ramai di media sosial. Pihak pemerintah setempat, Camat Banyumanik, Lurah Srondol Wetan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Polsek Banyumanik telah mengadakan mediasi pada Rabu, 4 November 2026.

Camat Banyumanik, Sri Martini, mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Alhamdulillah sudah ada solusi terbaik dan saling memaafkan. Di antara lingkungan sudah tidak ada permasalahan lagi. Hasil mediasinya sudah ada titik temu, pemilik usaha akan mengikuti aturan agar limbahnya dibuang sesuai standar,” kata Sri Martini.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pemberdayaan Lingkungan DLH Kota Semarang, Wahyu Heryawan, menjelaskan pihaknya menemukan bahwa warung bakso tersebut sebenarnya telah melakukan pemilahan limbah.

“Sebetulnya sudah ada pemilahan, tetapi pada akhirnya dibuang kembali ke saluran milik warga. Itu yang kemudian menimbulkan masalah dan menjadi persoalan di lingkungan,” jelas Wahyu usai mediasi.

Untuk penanganan jangka pendek, DLH menyarankan pemilik usaha membuat grease trap atau perangkap lemak.

Selain itu, DLH juga menyarankan pembuatan sumur resapan sebagai bagian dari penanganan sementara. Adapun untuk jangka menengah, pemilik warung diarahkan mempertimbangkan penggunaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) portabel. (*)

Editor: Diaz A Abidin

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp