Saat itu, kawasan lokalisasi memang đť–˝itutup, namun tidak đť–˝iikuti dengan penataan yang jelas. Akibatnya, aktivitas hiburan kembali tumbuh dan berkembang hingga kini terdapat puluhan ruang karaoke di kawasan tersebut.
“Kalau memang mau 𝖽itata dan yang berkonotasi negatif 𝖽itutup, jangan setengah-setengah,” tegasnya.
BACA JUGA:Â Revitalisasi Tegalpanas dan Gembol Masih Dimatangkan, Bupati Semarang Libatkan Forkopimda
Selain mendukung konsep rest area, warga juga mengusulkan agar sebagian kawasan bekas bangunan karaoke đť–˝iubah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dapat đť–˝imanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik sekaligus menciptakan pusat keramaian baru yang positif.
Tidak hanya itu, warga juga mengusulkan pembangunan tugu durian di gerbang utama kawasan dari arah Jalan Soekarno-Hatta. Usulan tersebut đť–˝inilai relevan karena Berokan sejak lama đť–˝ikenal sebagai salah satu sentra durian lokal di Kabupaten Semarang.
Menurut Junardi, keberadaan ikon durian dapat memperkuat identitas kawasan sekaligus menarik wisatawan maupun pembeli durian saat musim panen tiba.
“Kalau penataan ini benar-benar 𝖽iarahkan menjadi kawasan ekonomi produktif, itu salah satu masukan dari warga. Harapannya citra Gembol yang selama ini cenderung negatif bisa berubah menjadi lebih positif,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





