SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan warga sejumlah dusun di wilayah Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang gotong royong membantu warga terdampak angin ribut di Dusun Seloduwur, Kamis 24 April 2025.
Mereka berasal dari Dusun Thekelan, Selongisor, Nglelo dan Dusun Seloduwur sendiri. Selain membersihkan sisa material atap yang masih berserakan, sebagian warga juga membantu memperbaiki atap.
Kepala Dusun Seloduwur, Isman mengungkapkan, berbagai jenis material untuk perbaikan atap rumah warga yang terdampak kerusakan dari Pemkab Semarang juga berdatangan ke lokasi.
“Sejak kemarin juga sudah dikirim asbes 90 lembar lebih. Dan jika masih ada kekurangan agar berkoordinasi lagi melalui pemerintah Desa Batur,” ungkapnya di sela kegiatan kerja bakti.
BACA JUGA: Dampak Angin Puting Beliung Semarang, Tiga KK Mengungsi
Isman juga menyampaikan, secara keseluruhan ada sembilan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Selebihnya hanya ada beberapa genting atau asbes yang terlepas akibat angin ribut.
Khusus yang mengalami rusak sedang tercatat ada lima rumah. Karena hampir semua genting atau asbesnya terlepas dan terbawa angin dan hari ini sekaligus dilakukan upaya perbaikan.
“Semuanya yang mengalami kerusakan sedang ini berada di lingkungan RT 02/ RW 16 Dusun Watuduwur,” lanjut Isman kepada awak media.
Selain warga dari dusun tetangga, kegiagan kerja bakti gotong- royong ini juga dibantu unsur bhabinkamtibmas, TNI, relawan tagana serta satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang.
BACA JUGA: Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga Winong Pati, BNPB Salurkan Bantuan Sembako
Suroso (42), salah satu warga terdampak mengungkapkan, meski bagian atap rumahnya hampir 80 persen mengalami kerusakan. Serta sejumlah materialnya berjatuhan di dalam rumah tidak ada korban dari anggota keluarganya.
“Alhamdulillah masih selamat, meski anak- anak kami waktu ituangin ribut tersebut berada di dalam rumah, tetapi tidak sampai ada yang tertimpa material atap yang jatuh ke dalam rumah,” ungkapnya. (*)
Editor: Farah Nazila





