Nasional

Warganet Ajak Tarik Uang dari Bank BUMN Imbas Danantara, Pengamat Undip: Panik Berlebihan

×

Warganet Ajak Tarik Uang dari Bank BUMN Imbas Danantara, Pengamat Undip: Panik Berlebihan

Sebarkan artikel ini
bank BUMN | BRI luncurkan program spesial dalam rangka perayaan hari jadi ke-129. (BRI)
Ilustrasi seseorang menggunakan aplikasi BRI. (Foto: Dok. BRI)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seruan untuk menarik uang dari bank BUMN mencuat di media sosial pasca Danantara diresmikan. Bahkan, di media sosial X ramai cuitan warganet yang meminta rekomendasi bank swasta.

Merespons fenomena ini, pengamat politik asal Universitas Diponegoro, Wahyu Widodo, angkat bicara. Saat dihubungi via WhatsApp, Minggu, 2 Maret 2025, Wahyu menilai fenomena itu merupakan kepanikan yang berlebihan dari warganet.

Kendati begitu, Wahyu mengaku pihaknya memaklumi kepanikan tersebut. Pasalnya, setiap orang memiliki perbedaan dalam menanggapi suatu risiko.

“Saya kira ini kepanikan yang berlebihan, tapi saya maklumi karena kan masing-masing orang itu tingkat pikiranya berbeda terhadap risiko yang dia bayangkan,” ungkap Wahyu.

BACA JUGA: Tanggapi Polemik Gas Elpiji 3 Kg, Pengamat Undip Soroti Buruknya Sistem Komunikasi Pemerintah

Menurutnya, ajakan untuk menarik uang dari bank BUMN imbas Danantara itu juga diakibatkan misinformasi warganet.

“Sehingga, ketika ada informasi yang masuk, itu bisa saja belum di-balancing ya, jadi langsung bereaksi dengan katakanlah cukup ekstremlah,” tegas Wahyu.

Bukan tanpa alasan Wahyu menyebut seruan itu berlebihan. Sebab, kata dia, belum ada mekanisme jelas soal Danantara.

“Kalau saya mengatakan itu mungkin berlebih, karena bagaimana desainnya kita belum tahu dan implementasinya juga belum terjadi. Tentu saya kira pemerintah mengantisipasi dan memikirkan itu ya, tidak mungkin tidak terpikirkan risikonya sampai ke sana,” papar Wahyu.

Komunikasi publik jadi kunci utama perbaiki respons negatif masyarakat

Oleh sebab itu, Wahyu menyebut komunikasi menjadi kunci utama dalam merespons kekhawatiran publik. Pasalnya, efek psikologis tak bisa lepas dari kebijakan ekonomi.

“Perilaku itu kan kuncinya ada di pengendalian psikologi dari masyarakat. Berarti kan ini pengendalian psikis market, katakanlah, dalam bahasa yang lebih luas,” ujar Wahyu.

Langkah pertama yang mesti pemerintah lakukan menurut Wahyu tak lain adalah menyampaikan ke publik bagaimana kepastian dan sistem kinerja Danantara ke depannya.

“Saya kira kuncinya pada komunikasi publik gitu, karena kan isu-isu yang muncul seperti Danantara akan membebani APBN misalkan. Padahal sebenarnya tidak ambil dari situ dan isu lainnya. Hal itulah yang perlu mitigasi,” pungkas Wahyu.

Kabar sebelumnya, ajakan tarik uang dari bank BUMN imbas Danantara ini mendapat respons dari CEO Danantara, Rosan P. Roeslani.

BACA JUGA: Pengamat Undip Anggap Wajar Publik Respons Negatif Danantara: Mekanisme Belum Jelas

Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM menyebut masyarakat tidak perlu khawatir untuk menempatkan dananya di Bank BUMN, karena Danantara akan menerapkan tata kelola yang baik.

Ia menegaskan, salah satunya terkait struktur organisasi berlapis di Danantara untuk memastikan bisnis berjalan baik dan bertanggung jawab. Rosan juga secara tegas memastikan uang masyarakat bukan untuk modal Danantara.

“Tadi kan sudah dapat penjelasan dari Danantara seperti apa. Pengawasan berlapis dan bukan pakai uang masyarakat untuk modal Danantara. Harus luruskan ini,” jelas Rosan dalam sebuah wawancara.

Lebih lanjut, Rosan menyampaikan bahwa kondisi Bank BUMN termasuk yang berkinerja paling bagus dan sehat di Asia Tenggara, sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk meletakkan uangnya di bank.

“Bank kita sangat bagus kondisinya dan menjadi yang terbaik di Asean dan ini harus sampaikan juga ke masyarakat,” pungkas Rosan. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp