Pergantian tahun hendaknya menjadi motivasi untuk memperbaiki diri. Jika selama ini masih sering meninggalkan salat berjamaah, maka perbaikilah.
Bila masih mudah terjerumus dalam ghibah dan fitnah, maka tinggalkanlah. Jika masih lalai membaca Al-Qur’an, maka mulai biasakan membacanya setiap hari.
Jangan sampai usia bertambah, tetapi amal saleh justru berkurang. Jangan sampai kalender berganti, namun tidak ada perubahan dalam diri kita.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
Aqûlu qaulî hâdzâ wa astaghfirullâha lî wa lakum, fastaghfirûhu innahu huwal ghafûrur rahîm.
Khutbah Kedua
Alhamdulillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kembali kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Salah satu pelajaran penting dari pergantian tahun adalah kesadaran bahwa maut dapat datang kapan saja. Tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia akan bertemu dengan Muharram berikutnya atau tidak.
Karena itu, setiap Muslim hendaknya memanfaatkan waktu yang ada untuk memperbanyak amal saleh, memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Bulan Muharram yang akan segera datang merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Jadikan bulan tersebut sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Mulailah dengan menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan, menjaga pendengaran dari gosip dan fitnah, menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti orang lain, serta menjaga hati dari sifat iri dan dengki.
BACA JUGA: Teks Khutbah Sholat Jumat Perdana Ramadhan 1444 H: Hikmah dan Berkah Ramadhan
Semoga tahun baru Hijriah yang akan datang membawa keberkahan bagi kita, keluarga kita, bangsa kita, dan seluruh umat Islam.
Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mu’minina wal mu’minat, al-ahya’i minhum wal amwat.
Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar.
Innallaha ya’muru bil ‘adli wal ihsan wa ita’i dzil qurba wa yanha ‘anil fahsya’i wal munkari wal baghy, ya’izhukum la’allakum tadzakkarun.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (*)





