“Khusus di kawasan hutan negara, kejadian terbanyak di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta 321 kali. KPH Randublatung 97 kali, KPH Kebonharjo 66 kali,” kata Soegiharto.
Selain itu, kata dia, ada 53 kejadian di KPH Semarang dan 51 kejadian di KPH Pemalang. Kebakaran juga terjadi di wilayah KPH Gundih, Pati, Mantingan, Cepu, Balapulang, Banyumas Timur, dan Blora.
Untuk mengendalikan karhutla, penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi dan unsur masyarakat.
“Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan terus berjalan dengan melibatkan para pemangku kepentingan,” ucap Soegiharto.
BACA JUGA: Cerita Meidina Riani Putri, Karateka asal Kabupaten Semarang Peraih Medali Emas Porprov Jateng 2026
Pihak yang terlibat antara lain BPBD Provinsi Jawa Tengah, DLHK Jateng, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Perum Perhutani, TNI, serta Polri.
Penanganan juga melibatkan cabang dinas kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, pengelola Taman Nasional Merapi, Taman Nasional Merbabu, dan Taman Nasional Karimunjawa.
Selain itu, BPBD kabupaten/kota, petugas pemadam kebakaran, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), kelompok tani hutan, serta kelompok masyarakat lainnya turut dilibatkan dalam upaya pengendalian kebakaran. (*)
Editor: Diaz A Abidin





