Peristiwa

4 Hari Hujan Deras, Tanggul Sungai Dombo Sayung Jebol, Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir

×

4 Hari Hujan Deras, Tanggul Sungai Dombo Sayung Jebol, Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini
Demak Banjir
Bupati Demak, Eisti'anah, dengan Tim Kemanusiaan Pemkab Demak memberikan bantuan di tempat pengungsian dan meninjau lokasi masyarakat terdampak bencana di Desa Waru, Kecamatan Mranggen dan Desa Prampelan, Kecamatan Mranggen, Kamis, 14 Maret 2024. (Wisnu/beritajateng.tv)

DEMAK, beritajateng.tv – Intensitas curah hujan tinggi selama 4 hari ini, Kabupaten Demak kembali banjir yang terjadi di Kecamatan Mranggen dan Sayung. Hal ini lantaran jebolnya tanggul sungai Dombo Sayung yang berada di Desa Waru.

Menurut Bupati Demak Eistianah, jika jebolnya tanggul sungai Dombo Sayung tersebut langsung menerjang pertanian dan permukiman warga. Dalam hitungan menit ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian 1 hingga 1,5 meter.

BACA JUGA: Posko Terpadu Banjir Demak Terima Bantuan Logistik dari OJK Jateng

“Curah hujan tinggi ditambah struktur tanah cekung sehingga banjir sulit keluar,” terang Eistianah.

Meski demikian untuk mengantisipasi banjir agar bisa keluar dari pemukiman warga, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juwana untuk segera melakukan penutupan tanggul yang jebol dengan menggunakan alat berat.

BACA JUGA: Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Banjir Demak, Pastikan Logistik Pengungsi Layak Konsumsi

“Kita akan menggunakan mesin pompa berukuran besar untuk menyedot banjir di pemukiman untuk dibuang ke sungai Dombo Sayung,” tutur Bupati Demak itu.

Orang nomor satu di Kota Wali ini menargetkan, proses penyedotan banjir akan selesai dalam kurun waktu dua sampai tiga hari.

BACA JUGA: Video Terobos Banjir Demak, Menteri Pertanian Beri Bantuan Rp 30 Miliar

“Bisa kering asalkan tanggul bisa tertutup dengan kuat dan intensitas hujan tidak terlalu sering,” ucap Eistianah.

Sebagai informasi, pengungsi di Ponpes Sunan Glagah Wangu terdapat 200 orang, di Balai Desa Pramprelan sebanyak 131 orang, dan di Balai Desa Brumbung ada 30 pengungsi.

Sementara itu, banyak warga terdampak yang memilih tidak mengungsi. Menurut prediksi BMKG, curah hujan tinggi sendiri akan terus berlanjut hingga 18 Maret 2024 mendatang. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp